Halloween Costume ideas 2015

Website Sang Mentari

Latest Post



KUDUS- Dalam rangka menyambut Hardiknas, Pemerintah Kabupaten Kudus mengadakan eventyang spektakuler yaitu SMK Weekend. Inimerupakankegiatanbagi pelajar SMK di Kudus agar tetap kreatif dalam berkarya denganmenciptakaninovasidankreativitas yang dimilikisetiapsiswa.

Kegiatan yang diadakan di alun-alun Kudus ini diikuti oleh 27 SMK se-Kabupaten Kudus. Tidak hanya SMK Negeri saja yang ikut andil dalam acara ini, 3 SMK Muhammadiyah di Kudus juga turut meramaikan kegiatan ini. Acara ini berlangsung selama tiga hari dan berakhir pada Senin (02/05) kemarin.

Dalam acara ini, SMK Muhammadiyah Kudus menampilkan inovasi terbarunya yaitu Alarm Anti Maling untuk Kendaraan. Cara kerja alat ini adalah dengan Hp android yang dihubungkan lewat bluetooth pada alat yang terpasang di kendaraan dengan jarak maksimal 10 meter.

“Dengan alat ini, kita bisa mengunci mesin dan membukanya melalui Hp. Jadi, jika dalam keadaan terkunci dengan aplikasi di android itu, kendaraan tersebut tidak akan bisa menyala. Tidak hanya itu, kita bahkan bisa menyalakan mesin kendaraan dan klakson kita jarak jauh,” ujar Muhammad Hafidz, siswa Teknik Audio Video SMK Muhammadiyah Kudus.

Berawal dari ide anak-anak TAV yang sebenarnya sudah lama muncul. Namun, baru bisa diwujudkan saat acara SMK Weekend ini. “Walaupun begitu, banyak masyarakat yang tertarik dengan seharga Rp. 450.000 + pemasangan ini, bahkan Kapolsek kota Kudus sedang mengujinya dan jika cocok akan disosialisasikan kepada masyarakat,” kata Abdul Rozak, pembimbing dalam pembuatan alat ini.

SMK Muhammadiyah Undaan juga memamerkan hasil karyanya. Sekolah ini membuat produk untuk keamanan kendaraan agar tidak hilang. SMK Muhammadiyah Undaan berhasil membuat Kunci Motor Rahasia. Cara kerjanya bisa dibilang lebih rumit dari alarm milik SMK Muhammadiyah Kudus, karena menggunakan kode-kode rahasia pada koplingnya.

Idenya berawal dari Abdul Fatah, guru SMK Muhammadiyah Undaan. Ia merakit alat itu sendiri dan mengajarkannya kepada murid-muridnya. “Kami bisa merakit ini dalam 1 jam. Walau terbilang cukup rumit cara kerjanya, Alhamdulillah sudah ada beberapa yang memesan alat kami. Kami menjual alat ini seharga Rp. 50.000 + pemasangannya,” ujar Thoriquddin, siswa SMK Muhammadiyah Undaan.

Ada juga SMK Muhammadiyah Jekulo yang baru berdiri beberapa tahun yang lalu. Sekolah ini membuka 2 jurusan yaitu Teknik Komputer Jaringan dan Teknik Kendaraan Ringan.

SMK Muhammadiyah Jekulo adalah satu-satunya sekolah di Kudus bahkan di Jawa Tengah yang memiliki X-Cool SAR. Sasaran kedepan adalah sekolah ini bisa menjadi sekolah siaga bencana pertama di Kudus. “Dalam hal kreativitas untuk menciptakan produk, kita memang masih kalah jauh dengan sekolah lain. Namun, kita punya yang lebih dan tidak dimiliki di sekolah lain.” kata Satrio, Wakil Kepala SMK Muhammadiyah Jekulo.

Selain memamerkan hasil karya siswa-siswi SMK, kegiatan ini juga menjadi ajang bagi para siswa agar lebih berinovasi dalam menciptakan sesuatu yang baru. Selain itu, sebagai sekolah kejuruan diharapkan para siswa tidak minder jika harus bersaing di dunia kerja ataupun di dunia pendidikan.

Untuk itu, ke-3 SMK Muhammadiyah yang ada di Kudus selalu berusaha membekali para peserta didiknya agar lebih unggul dalam prestasi, prestise, dan berkarakter perilakunya.


Drajat PS-AmaliaSilmi 

http://www.muhammadiyah.or.id/muhfile/image/berita/
Kudus - Dalam rangka menguatkan peran organisasi, Pimpinan Daerah‘Aisyiyah Kudus lantik pengurus dan jajarannya. Sebanyak  7 majelis dan 2 lembaga resmi dilantik oleh Ketua PD ‘Aisyiyah Kabupaten Kudus, Khosifah.
Acara pelantikan anggota majelis dan lembaga PD ‘Aisyiyah ini diadakan di Aula Muhammadiyah Kudus, Jumat(29/4).  
Ketua PD ‘Aisyiyah Kudus, Khosifah telah dilantik pada tanggal 16 April 2016 lalu di Stikes Muhammadiyah Kudus. Dalam kesempatan ini, turut hadir pula Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kudus, Achmad Hilal Madjdi. Dalam Sambutannya, Ketua PDM berharap agar PD ‘Aisyiyah dapat lebih banyak berkontribusi kepada masyarakat, terlebih bagi masyarakat yang belum memiliki keanggotaan di tingkat ranting atau cabang.
“Hal semacam itulah yang seharusnya diperhatikan, karena kita tahu jika saat ini banyak sekali masyarakat yang membutuhkan kita. Mari kita wujudkan Kudus yang berkemajuan dengan mencetak kader-kader muda yang berjiwa Islami,” ujar Hilal.
Sinergi antara‘Aisyiyahdan Muhammadiyah sangatlah di perlukan agar amal usaha yang sudah ada dan baru terencana dapat berjalan dengan baik.
“Menjadi pimpinan Aisyiyah dan Muhammadiyah itu harus ikhlas. Siap untuk tidak menerima ucapan terima kasih dan siap untuk digunakan atau tidak,” lanjut Hilal.
Senada dengan Ketua PDM Kudus, Khosfiah mengatakan bahwa ‘Aisyiyah merupakan bagian dari Persyarikatan Muhammadiyah, dengan berorganisasi di ‘Aisyiyah, kita dapat bekerja secara mandiri.
“Untuk itu, sebagai pimpinan daerah kita wajib merangkul semua anggota, agar program kerja yang sudah disusun berjalan sebagaimana mestinya,” terang Khosifah.(Drajat PS/Amalia Silmi)

http://www.muhammadiyah.or.id/muhfile/image/berita/
Kudus - Sebagai salah satu sekolah swasta terbesar di Kabupaten Kudus, SMK Muhammadiyah Kudus mengadakan Expo danPagelaran Seni, Selasa (19/4). Acara yang bertujuan untuk mengenalkan jurusan-jurusan yang ada di sekolah tersebut dihadiri oleh siswa-siswi  SMP setingkat yang berasal dari Kudus, Jepara dan Demak.  
Dalam acara tersebut lebih dari 200 siswa-siswi dari berbagai SMP yang hadir. Mereka  disuguhi berbagai macam hiburan serta pameran yang dibuat oleh para siswa-siswi SMK Muhammadiyah Kudus. Selain itu, para siswa SMP yang hadir dikenalkan pada jurusan yang ada dan laboratorium sebagai sarana praktikum.
Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah Kudus, H. Supriyadi, S.Pd. M.M. dalam keterangannya mengatakan bahwa expo dan pagelaran seni yang diadakan bertjuan untuk memperkenalkan jurusan yang ada di sekolah kepada putra-putri lulusan SMP Sederajat yang berada di kawasan kudus dan sekitarnya.
“Sehingga nantinya mereka mempunyai keinginan untuk melanjutkan studinya di SMK Muhammadiyah”  katanya.
Dalam lanjutannya, Supriyadi menjelaskan terkait jumlah jurusan yang dimiliki oleh SMK Muhammadiyah Kudus. Dirinya mengatakan, SMK Muhammadiyah Kudus memiliki 6 jurusan diantaranya Teknik Audio Video, Teknik Komputer Jaringan, Teknik Sepeda Motor, Teknik Kendaraan Ringan, Multimedia, dan Teknik Pemesinan.
“Masing-masing jurusan itu dilengkapi oleh laboratorium yang lengkap dan pendidik yang mumpuni di bidangnya,” tambahnya
Guna memaksimalkan proses transformasi ilmu, SMK Muhammadiyah Kudus juga memiliki kelas Internasional Cisco Networking Academy dan Axioo, serta dua kelas industri yang dibina langsung oleh PT Astra Honda Motor, PT TOA dan PT Daihatsu. (Drajat PS)

http://www.muhammadiyah.or.id/muhfile/image/berita/


Kudus - Guna mempererat tali silaturahmi antar-kader, PD IPM Kudus mengadakan outbound di Villa Taman Sardi, Ahad (24/4). Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan Pimpinan Ranting Sekolah dan Pimpinan Ranting Desa ini berjalan dengan penuh keakraban.
Pada kegiatan ini, panitia juga menyediakan permainan yang sangat inspiratif, karena selain bermain dan bersenang-senang para peserta juga diminta untuk membahas dan memecahkan masalah dari setiap permainan yang ada.
Ketua PD IPM Kudus, Zaki Hammam berharap kegiatan ini dapat mempererat silaturahmi antara PD IPM dan Pimpinan Ranting. “Acara ini para peserta dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari PR IPM yang berbeda. Jadi, para peserta bisa akrab dengan anggota PR IPM lainnya”, ujar Zaki.
Kegiatan yang mengangkat tema “Mempererat Ukhuwah Melalui Persahabatan Dengan Alam” ini benar-benar dilaksanakan di alam terbuka dengan memaksimalkan lingkungan yang ada.
“Dalam acara ini, kader benar-benar dibentuk untuk mencintai alam”, tambah Zaki.
Lebih lanjut, Zaki mengatakan acara ini juga diadakan diskusi bersama antara PD IPM dan PR IPM. Diskusi itu bertujuan untuk membahas setiap permasalahan yang ada pada setiap ranting, agar kedepannya dapat memaksimalkan setiap kegiatan yang akan dilaksanakan.
“Kami sangat antusias dengan kegiatan ini, karena selain menambah wawasan ilmu pengetahuan, kami juga mendapatkan banyak teman baru dari perwakilan ranting. Kami juga berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan setiap tahun dengan kuota peserta yang lebih banyak,”, kata Ipmawan Aldimas dari PR Krandon saat diwawancarai kontributor website muhammadiyah.or.id.
Kegiatan yang baru diadakan pertama kali di IPM Kudus ini rencana akan diagendakan tiap tahun. “Kegiatan outbound ini seru, asyik, dan menarik. Apalagi disini saya bisa berkenalan dan akrab dengan PR IPM yang lain. Saya harap setelah mengikuti kegiatan ini PR IPM tiap daerah di Kudus lebih bagus dan dapat mempererat silaturahminya dengan kegiatan seperti ini,” kata Afifah Nurul Isnaini, perwakilan PR IPM MA Muhammadiyah Kudus.
Ketua Panitia Outbound,  Zainuddin juga berharap dengan adanya kegiatan ini semua kader IPM dapat meningkat semangatnya, sehingga setelah kembali ke ranting masing-masing dapat menularkan pengalamannya kepada kader-kader lainnya. (Drajat PS/Amalia Silmi)

MKRdezign

{facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google-plus#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget