- Sang Mentari

Breaking

Sang Mentari

Personal & Life Style Blog

Conected

test banner

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Kamis, 27 April 2017








Maafkan Bunda, Sayang


Tak terasa, kini usiamu hampir menginjak 7 tahun anakku. Masih teringat dalam ingatan bunda, bagaimana dulu saat bunda mengandungmu. Hidup dengan penuh keprihatinan. Sebulan setelah bunda pindah ke Jakarta, Bunda sempat di usir dari kontrakan. Apalagi saat itu ayahmu belum bekerja. Pindahannya pun hanya dua kali menggunakan sepeda motor yang saat itu ayahmu meminjam dari pamannya.
Saat kamu berada dalam kandungan bunda, kamu jarang sekali minum susu dan USG pun hanya bunda lakukan sekali. Jadwal kelahiranmu diprediksi dokter, 2 Agustus 2010, namun Allah berkata lain. Di tanggal tersebut kamu belum ada di dunia ini. Dokter menyarankan untuk rekam jantung. Namun sayang, itu juga tidak bisa dilakukan bunda. Bunda hanya bisa pasrah dan berserah diri kepada Allah. Allah yang Maha Tahu, Allah yang Maha Segalanya. Tanggal 16 Agustus 2010, sepulang Bunda bekerja, Bunda merasakan kontraksi, dan sudah pembukaan satu.
Sepulangnya ayahmu, Bunda langsung ke bidan Marlina, samping kontrakan. Sayangnya, di bidan tersebut, Bunda ditolak melahirkan disana, dengan alasan kamu sudah terlalu tua di perut dan harus dirujuk ke RSIA Buah Hati. Dalam perjalanan ke Buah Hati, Bunda tidak berhenti menelepon nenekmu di Surabaya untuk mencari pinjaman dana, bahkan, sahabat Bunda yang ada di Cikarang Bekasi pun tak luput Bunda telepon. Alhamdulillah saat itu dana buat melahirkanmu sudah terkumpul.  Hampir 24 jam, Bunda mengalami kontraksi.
Dengan kebesaran Allah, Alhamdulillah melalui persalinan normal akhirnya kamu lahir di dunia ini tepat pukul 19.30 tanggal 17 Agustus 2010 dengan berat 3,5 kg dan panjang 45cm, dan saat itu Ayah Bundamu sepakat memberimu nama Hedi Rizky Rachmad Ramadhan. Nama Hedi diambil Bunda dari nama penyanyi favorit  Bunda sejak SMP, dan Rizky Rachmad Ramadhan yang artinya Rizky dan Rachmad yang diberikan oleh Allah di bulan Ramadhan.
Saat kamu lahir pun, hidup juga masih dalam keprihatinan. Baju yang kamu kenakan pun yang baru hanya beberapa helai pemberian dari nenekmu, selebihnya kamu mengenakan pakaian bekas dari kakak sepupumu (anak dari kakak ayahmu). Bahkan, kamu sampai pernah dihina sama tetangga kontrakan, yang bagi dia bajumu sudah tidak layak untuk kamu kenakan. Maafin Ayah dan Bunda saat itu ya sayang. Ayah Bunda belum bisa membahagiakanmu.
Di bulan Februari 2011, Alhamdulillah ayahmu sudah berlayar dan dari gaji ayahmu itulah kamu bisa mempunyai sepeda baru dan saat itu kebutuhan kamu sudah mulai terpenuhi. Kamu sudah mempunyai baju yang layak pakai, mainan, makanan yang cukup dan semuanya serba  bercukupan. Bahkan 5 tahun berturut-turut kamu merayakan ulang tahunmu. Saat itu kebahagiaan dan masa depanmu adalah yang utama bagi kami. Bahkan, kami berdua saat itu mulai mempersiapkan rumah buatmu.
Namun sayangnya, semuanya itu sirna dan hilang. Kebahagiaanmu tak lagi sempurna sejak Oktober 2015. Sejak saat itu kamu sudah tidak bisa bersama ayahmu. Bukan karena Allah sudah memanggil-Nya. Namun, itu semua karena adanya wanita lain yang sudah hadir dalam kehidupan ayahmu. Ayahmu lebih memilihnya dibandingkan kamu. Kamu sudah tidak pernah mendapatkan kasih sayangnya lagi. Kamu sudah tidak bisa merasakan pelukan ayahmu lagi. Kamu sudah tidak bisa bermanja lagi dengannya.
            Maafin Bunda ya sayang. Kini kebahagiaanmu terasa tidak lengkap. Tidak mendapat kasih sayang dari Ayah dan Bundamu. Kamu tinggal bersama nenek di Surabaya. Kamu hanya mendapatkan kasih sayang dari kakek nenek, budhe pakde, tante dan om.
Saat bunda kangen, bunda hanya bisa melihat fotomu, bunda hanya bisa menelponmu. Andai kamu tau sayang. Bunda saat ini kangen banget sama kamu. Bunda kangen sama ciumanmu. Bunda kangen sama pelukanmu, Bunda kangen sikap manjamu. Pokoknya kangennya Bunda sudah tidak bisa diucapkan dengan kata-kata.  
Bukan Bunda tidak mau pulang ke Surabaya. Bunda disini masih memperjuangkan masa depanmu. Bunda sedang mencari nafkah buat biaya sekolahmu, buat biaya hidupmu. Bunda harus berjuang seorang diri demi masa depanmu yang jauh lebih baik. Doakan saja Bunda selalu sehat dan rejeki Bunda lancar. Semua akan Bunda lakukan buatmu jagoan kecil Bunda. Hanya kamu yang jadi semangat dalam hidup Bunda


Bunda yang selalu merindukanmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here