SOCIAL MEDIA

Rabu, 26 April 2017



Sagita Novianingtyas
Jauhkan Anak dari Gadget, Ciptakan Mainan Edukatif
           
            Terjun di dunia bisnis, bagi Sagita Novianingtyas bukan hal baru lagi. Pasalnya, sejak kecil, Tyas, panggilan akrabnya sudah diajarkan orang tuanya untuk berdagang. Menginjak usia 8 tahun, Tyas sudah menjual alat tulis ke teman sekelasnya. Keuntungan yang dia dapat pun digunakan untuk membeli LKS di sekolahnya.
Begitulah masa kecil saya yang sudah kental dengan dunia berdagang dan sampai dewasa pun saya senang menggeluti dunia berdagang. Pendidikan terakhir saya adalah di bidang kesehatan dan saya sangat peduli sekali dengan dunia anak. Saat ini saya ingin sekali mengkolaboraasikan antara background pendidikan terakhir saya dan juga bakat “berdagang” atau biasa yang disebut entrepeuneur berjalan secara beriringan,” harapnya.
            Perjalanan bisnis Tyas tidak hanya berhenti saat masa sekolah. Berbagai bisnis sudah pernah digelutinya, mulai dari bisnis fashion dewasa muslim, tas sekolah hingga kue lebaran. Namun, sayangnya bisnis yang digeluti Tyas saat itu tidak konsisten dan tidak adanya branding dengan produknya, sehingga hasil penjualan tidak maksimal. Namun, semua itu berubah setelah ibu dari Hasna Astradiharja bertemu dengan sebuah komunitas Mompreneur Bussiness Consultant dan mengikuti seminar Mompreneur Sukes.
Setelah mengikuti komunitas tersebut, akhirnya Tyas berkembang dan memberanikan diri untuk membentuk bisnis dengan brandnya sendiri. “Setelah memantapkan diri, akhirnya muncul nama rumah kidos yang merupakan nama yang saya sisipkan untuk brand bisnis yang saya jalani. Bergerak di bidang penyediaan mainan edukatif dan kedepan nya akan berkembang dalam penyediaan makanan homemade untuk anak-anak,” bebernya.
            Bisnis Rumah Kidos yang digeluti Tyas yakni penyediaan mainan edukatif yang diantaranya adalah mainan berbahan kayu, pasir kinetik, buku kain/bantal. Keputusannya berbisnis rumah kidos lantaran wanita 3 November 1989 ini sudah mersakan manfaat dari mainan kayu tersebut.
Saat itu anak saya terkena masalah gadget mania, dimana ia sulit sekali melepaskan tablet (android) dari kehidupannya dan saya menemukan sebuah mainan yang dinamakan mainan edukatif berbahan kayu. Saya coba memberikan kepada anak saya, dan ia sangat tertarik dengan warna warni yang menarik dan bentuknya yang lucu sehingga “gadget mania” yang ia alami tidak terlalu parah, karena tergantikan dengan mainan kayu. Nilai inilah yang mau saya sebarluaskan kepada orangtua yang memiliki putra putri masih kecil dan masih dalam tahap bermain,” lanjutnya.
            Dalam menjalankan Rumah Kidos ini, Tyas melakukan promosi baik via offline maupun online. Untuk Offline, Tyas melakukan cara pengenalan produk dengan berpartisipasi mengisi bazaar serta mengenalkan produk ke sekolah PAUD dan TK, sedangkan online melalui media social seperti FB, WA, Instagram, Fanspage, dan Blog.
 Bisnis yang saya jalankan dapat dikerjakan dari rumah, karena saya sendiri harus membersamai anak di rumah. Sebissa mungkin yang kami berikan kepada customer tidak mengecewakan speerti fast respon dalam menjawab pertanyaan serta orderan dari customer. Kami juga membuka kesempatan kepada customer jika ingin berkonsultasi dalam pemilihan mainan edukatif yang tepat untuk putra putri nya. Terlebih lagi, banyak pihak yang membantu saya dalam menjalankan bisnis ini khususnya pasangan hidup saya, suami. Beliau selalu meng handle jika ada hal yang tidak bisa saya jangkau dalam hal pengerjaan nya dan suami juga membantu menyebarkan promosi produk ke teman sejawat nya,” bebernya.


(Dimuat di Majalah Kirana edisi 126, Maret 2017)

Tidak ada komentar :

Posting Komentar