September 27, 2017
15
Gambar terkait



Sahabat rasa pacar, itu sudah biasa. Sahabat rasa musuh, aku yakin pasti tidak ada yang menginginkannya.

Jujur, aku tidak pernah menginginkan hal ini. Aku tak pernah menduga semua ini akan terjadi. Meski kejadian ini sudah berlangsung 8 tahun yang lalu, semuanya masih sangat jelas dalam ingatanku. Seakan-akan kejadian itu baru kemarin saja aku alami.

Aku mempunyai seorang sahabat sejak duduk di bangku SMP. Dewi, namanya. Aku berkenalan dengan Dewi di tahun 1994. Saat itu, aku dan Dewi memang tidak pernah sekelas. Rumah kami yang hampir berdekatan, membuat aku dan Dewi hampir tiap hari ketemu di jalan. Itu tentu saja membuat hubungan pertemanan diantara kami saling dekat. Pertemuan kami tidak hannya di jalan. Urusan tugas sekolah ataupun sekedar berbagi cerita, aku pergi ke rumahnya. Selepas dari bangku SMP, takdir pun ikutan berbicara. Di bangku SMA pun kami masih satu sekolah.

Persahabatan kami berlangsung selama 15 tahun. Ditengah kesibukan masing-masing baik saat itu masih kuliah ataupun sudah bekerja, aku masih sering main ke rumahnya untuk sekedar cerita dan berbagi pengalaman.

Tak mengherankan, aku sudah tau kelebihan dan kekurangan Dewi. Begitu juga sebaliknya. Cerita soal pacar aku, Dewi mengetahuinya. Begitu juga aku.
Namun sayangnya, persahabatan itu putus di tahun 2009, hanya karena cowok. Saat itu Dewi sudah mempunyai tunangan di Bangil dan aku juga menjalin hubungan dengan seorang cowok. Sebut saja, nama cowo aku Pri. 

Aku menjalin hubungan dengan Pri setahun lebih. Berbagai masalah, dan lika-liku percintaan sudah kita lewati bersama. Saat itu, hubungan aku dan Pri sedang mengalami masalah. Kita sedang bertengkar. Pertengkaran antara aku dan Pri pun tak luput aku ceritakan juga ke Dewi. Tujuan aku cerita ke Dewi saat itu agar Dewi membantu untuk menyelesaikan permasalahanku dengan Pri.
Rupanya, aku salah cerita ke Dewi. Di tahun 2009 tersebut, Dewi mempunyai niatan untuk menikah. Namun, sayangnya hubungan Dewi dengan tunangannya tidak berjalan lancar. Saat itu, keluarga tunangan Dewi sudah melakukan sholat istikhoroh. Dari hasil sholat istikhoroh tersebut keluarga tunangan Dewi pun mendapatkan firasat yang tidak baik. Sehingga, dewi pun mencoba berpaling dan mencari cowok lain.

Di tengah gundahnya hati Dewi, aku bercerita mengenai permasalahanku dengan Pri. Aku memberi Dewi no HP Pri. Aku juga mengajak Dewi untuk ketemu dengan Pri. Disitulah awal masalah kian muncul. Dewi yang mempunyai niat menikah di tahun 2009 pun mempunyai maksud terselubung. Gelagat aneh sudah mulai tercium. Di bulan Maret 2009 itu, aku menghubungi Dewi. Aku mencoba menanyakan apa Dewi ada perasaan dengan Pri. “Saat ini aku belum tau. Tapi, ga tau nanti bagaimana perasaanku,” ungkap Dewi di telepon.

Sejak itu aku sudah tidak menghubungi Dewi sama sekali. Bahkan aku sudah tidak mau main ke rumahnya. Di bulan Oktober 2009, akhirnya Dewi menikah dengan Pri.

Mulai saat itu kalau Dewi berpapasan denganku, dia langsung menghindar. Itu dilakukannya tidak hanya denganku saja. Saat ketemu dengan teman, sekaligus kakak buatku yang notabene juga mengetahui hubunganku dengan Pri, Dewi langsung menghindar. Bahkan hingga detik ini pula, akun facebook ku di blokir olehnya.


Jodoh memang misteri Illahi. Namun, entah mengapa hingga detik ini aku masih merasakan rasa sakit akibat ulah Dewi. Semoga kamu berbahagia diatas penderitaan orang lain, dan aku yakin karma itu ada. 



Hasil gambar untuk sahabat jadi musuh


15 komentar:

  1. Ada saja jalannya ya kalau memang tidak jodoh. Semoga dapat yang terbaik setelahnya 😊

    BalasHapus
  2. Pasti ada yang terbaik dari Allah nantinya. Sabar :)

    BalasHapus
  3. Bisa jadi Allah sedang menyiapkan seseorang yang terbaik yg sekarang sedang menunggumu ..

    BalasHapus
  4. Saya bisa merasakan betapa sakitnya dibegitukan... Tapi, mau bagaimana lagi, semua sudah takdir Allah... Dan sebagai umat beragama, kita selalu yakin, ada kebaikan di setiap kejadian...

    Tetap sabar dan semangat ya, mbak...

    BalasHapus
  5. Takdir tak pernah salah mbak, yakin setelah ini ada yang terbaik untuk mbak:)

    BalasHapus
  6. Allah memberikan apa yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan. Semoga segera mendapatkan ganti yang lebih baik.

    BalasHapus
  7. Kalau dijadikan cerpen bagus nih, ada dialog, ada latar, ada tokoh, mungkinkah ini trlalu banyak narasi? Gak tau sih.

    Kalau ini kisah nyata, seharusnya tak perlu ada rasa dendam. Tak ada yang salah dalam cinta dan perang. Maka dia yang menghindar harus segera disadarkan. Kembali ke jalan yang benar. Cinta kan bebas memilih. Ketika pilihan tak berpihak, lapang dadalah

    BalasHapus
    Balasan
    1. nahh setuju nih, coba di buat cerpen atau novel bahkan hehehe

      Hapus
    2. Kisah nyata. Dicoba deh dibuat cerpen 😊

      Hapus
  8. Kok ngeri banget ya.... Yang sabar ya, Kak. Nggak semua orang bisa menerima pengalaman seperti itu.

    BalasHapus