SOCIAL MEDIA

Senin, 25 September 2017

Sehari Setelah Menyaksikkan Perform Kahitna, Air Mataku Bercucuran


Sehari Setelah Menyaksikkan Perform Kahitna, Air Mataku Bercucuran


Siapa yang tidak mengenal Kahitna?  Hampir semua kalangan mengenal Kahitna. Baik kalangan remaja, dewasa maupun orang tua. Grup band asal Bandung ini didirikan 24 Jui 1986 ini di gawangi oleh Yovie Widianto, Hedi Yunus, Carlo Saba, Mario Ginanjar, Budiana, Bambang Purwono, Dody Is,  Andrie Bayu, Harry. Album pertama yang dirilisnya bertajuk Cerita Cinta, berhasil merebut hati penggemarnya. Kesuksesan Kahitna, tidak hanya di album pertama. Hingga menginjak usia 31 tahun, Kahitna masih mampu merebut hati Soulmate (sebutan untuk fans Kahitna).
           
Pertama kali aku mengenal Kahitna bermula saat lagu Cantik. Saat itu aku masih duduk di bangku sekolah menengah pertama dan usiaku baru menginjak  14 tahun. Lagu itu sangat enak di dengar. Usia remaja yang sangat tidak memungkinkan untuk aku menyaksikkan konser. Terlebih lagi, saat itu aku terbilang anak rumahan. Aku tidak diperbolehkan melakukan aktivitas di luar kegiatan sekolah.

Di bangku SMA, aku untuk pertama kalinya aku melihat konser band kesayanganku di Surabaya. Masih teringat jelas dalam ingatanku. Saat itu masih tergabung dalam suatu komunitas Klub Reporter Pelajar (Kropel) Surabaya Post. Bersama seorang teman, aku mengikuti acara jumpa pers Kahitna di Hotel Radisson Surabaya (sekarang, Surabaya Suites Hotel). Betapa bahagianya saat itu hatiku. Bisa ketemu langsung dengan seluruh personel band kesayanganku. Selepas sesi jumpa pers, sambil membawa agenda,  aku meminta tanda tangan dan biodata seluruh personel Kahitna.  Berpose bersama mereka pun tak pernah aku lewatkan.

Saat itu, personel Kahitna hanya berjumlah 8 orang . Mario Ginanjar belum bergabung dengan mereka. Sesi foto bersama pun tak ketinggalan. Hati bercampur aduk. Antara senang, tak percaya dan nervous. Sesi foto bersama pun tak berjalan mulus. Saat itu film kamera ku habis. Sambil nervous aku memasukkan film ke dalam kamera pocket yang aku miliki saat itu. Setelah memasukkan film aku langsung berfoto bersama mereka.

Rasa bahagia masih menyelimuti hatiku saat itu. Bagaimana tidak. Setelah siangnya berhasil berfoto dengan Kahitna, malamnnya aku bisa menyaksikkan perfom mereka secara live di depan kolam renang hotel Radisson. Puas menyaksikkan penampilan mereka, aku pun pulang ke rumah dengan wajah penuh senyum, dan tidur dengan pulas.

Masih dengan wajah penuh senyum.  Sepulang sekolah, aku ditemani temanku pergi ke tempat cetak foto langgananku. Wajah yang awalnya penuh dengan senyum, mendadak hilang dan berganti dengan tangisan. Saat itu, setelah di cuci, aku diberi kabar bahwa, fotoku tidak ada yang jadi, dan sepertinya tidak tersangkut di kamera. Sambil jongkok di dekat pintu masuk, aku menangis. Ada apakah gerangan? Pegawai  Mandala (tempat aku cetak foto di dekat Tunjungan Plaza) bingung. “Itu foto-foto Kahitna,” ujarku sambil menangis.

Tangisanku benar-benar tidak bisa dihentikan. Untung saja, saat itu Mandala hanya ada aku dan temanku yang sedang cetak foto. Dengan sabar, temanku saat itu membujukku untuk menghentikan tangisanku. Sedikit sedih dan kecewa, aku pun kembali pulang.  Kejadian itu benar-benar tidak akan aku lupakan. 

6 komentar :

  1. Saya bisa turut merasakan betapa sedihnya.

    BalasHapus
  2. wahh masih pakai tustel yaa...
    Sedih banget pastinya ya, semoga bisa foto lagi bareng mereka nanti...

    BalasHapus
  3. Rasane pengin nyakar aspal ya :(

    BalasHapus
  4. Semoga ada kesempatan lain ya bisa foto-foto sama mereka :)

    BalasHapus
  5. Semoga bs ketemu dan foto brg lagi sm kahitnanya 😊

    BalasHapus
  6. Aah. Gak ada rasa lain, cuma sedih. Pasti gitu rasanya. 😢

    BalasHapus