SOCIAL MEDIA

Senin, 16 Oktober 2017

Berkah Melimpah di Acara Jumpa Penulis



Sebulan yang lalu, di salah satu grup WA ada informasi kalau akan ada acara Jumpa  penulis tanggal 15 Oktober 2017 di Taman Ismail Marzuki. Saat itu, keinginan untuk datang cukup besar. “Semoga nanti ada rejeki, sehingga bisa datang,” gumamku dalam hati

Hari demi hari pun berganti. Acara Jumpa Penulis pun hampir terlupakan dalam benakku. Seminggu yang lalu, salah satu teman di grup WA ODOP (One Day One Post) kembali share informasi tentang acara Jumpa Penulis. Keinginan untuk datang kian besar. Tapi sebagai seorang single parent, aku harus mengutamakan kebutuhan anak. “Semoga nanti ada rejeki, sehingga aku bisa datang,” batinku kembali.
Alhamdullillah, ternyata memang jadi rejekiku. Jumat kemarin, bagaikan mimpi di siang bolong, aku tiba-tiba mendapat Whatsapp dari teman ODOP.
“Mba, aku ada tiket gratis nih buat acara Jumpa Penulis. Mba mau,” begitu WA yang aku terima dari mba Laras.
“Mau,” Jawabku tanpa pikir panjang.
 “Isi datanya ya mba,” ujar mba Laras.
“Siap,” tukasku.

Hari yang dinanti pun akhirnya tiba. Jam  5.30 aku dan mba Laras pun sepakat janjian di daerah Pondok Indah. Sambil konvoi beriringan, akhirnya jarum jam menunjukkan pukul 06.16 kita berdua sudah sampai di Taman Ismail Marzuki.  
“Kepagian ya mba datangnya. Panitianya masih sibuk berbenah,” ucapku
“Iya sih. Tadi kata kang Tisna, kemarin nggak boleh loading. Makanya loading pagi ini. Tapi ngga papa juga sih kita datang pagi, yang terpenting kita dapat novel Perjalanan Menulisku karya mas Ahmad Rifa’i Rif’an,” ujar mba Laras.
Sambil menunggu pintu dibuka, iseng-iseng aku WA teman yang kebetulan tempat kerjanya dekat dari TIM. Niatnya minta dibelikan ketoprak langganannya. Namun sayangnya, ketoprak langganannya pun tidak jual.
“Ya sudahlah apa aja. Nasi padang juga boleh. Tapi belikan dua ya. Sekalian buat temanku,” pintaku
Tak lama berselang. Jam menunjukkan pukul 08.10, pintu dibuka. Saat pintu dibuka, dengan lincahnya aku lari agar mendapatkan tempat di depan. “Kebiasaan nonton konser Kahitna, terbawa juga deh di acara ini,” batinku.
Mendapatkan duduk di barisan depan setelah VIP, aku pun langsung mencari 6 kursi buat teman-teman di ODOP juga.
Tepat pukul 09.15, Tere Liye tampil pertama di acara kali ini. Dengan durasi 45 menit, Tere Liye menceritakan perjalanan novelnya yang berjudul Hafalan Sholat Delissa.  Tidak hanya menceritakan tentang novelnya, Tere yang hadir dalam kondisi tubuh yang tidak enak badan pun juga membagikan tipsnya. Disusul dengan sesi tanya jawab dari 6 peserta acara Jumpa Penulis.

Setelah menjawab 6 pertanyaan dari peserta, sesi Tere Liye berakhir. Duo MC muncul dan bagi-bagi buku. Aku pun tak mau ketinggalan untuk maju ke depan. Alhamdulillah aku bisa mendapatkan buku Jejak Cinta.



Sesi kedua, diisi oleh Tendi Murti. Kehadiran Tendi Murti cukup singkat. Hanya 15 menit. Tendi Murti memperkenalkan adanya KMO atau Komunitas Menulis Online, dan menghadirkan Indah, seorang penulis disabilitas yang menulis lewat HP.
Ahmad Rifa’i Rif’an hadir di sesi ketiga, dengan membagi kunci suksesnya menulis, pria yang kini tinggal di Lamongan juga mampu menghipnotis peserta.

Sebelum break makan siang, sesi keempat inilah sesi yang paling dinanti. Sesaat sebelum Ippho Santoso tampil di atas panggung, panitia harus berkeliling dan memastikan bahwa ruangan tidak boleh ada anak kecil. Setelah ruangan tidak ada anak kecil di dalamnya, Ippho Santoso pun langsung menghipnotis sekitar 500 peserta acara Jumpa Penulis. “Ilmu itu seperti kijang, kalau kita tidak mengikatnya, maka ia akan lepas begitu saja. Bagaimana mengikatnya? Ditulis,” beber Ipho.
Tak terasa jarum jam menunjukkan pukul 12.30. akhirnya tanpa ada sesi tanya jawab, materi Ippho pun berakhir. Selama 1 jam break makan dan sholat dhuhur.
Dengan perut kenyang, aku memasuki ruangan kembali. Materi dari Helvy Tiana Rosa juga tak kalah menarik. Sebelum membagi tipsnya, Helvy menceritakan tentang novelnya yang bertajuk Gadis Kecil dari Rel Kereta Api.
“Dalam menulis itu harus mempunyai tekad yang kuat, mau latihan baik lewat IG, FB ataupun Blog, dan bergabung dalam komunitas menulis,” beber kakak kandung Asma Nadia ini.
Selesai membagi tips dan dan sesi Tanya jawab, pihak panitia kembali memberikan waktu buat istirahat dan sholat Ashar. “Bagi 45 orang pertama yang berada di ruangan ini, nanti berhak dapat hadiah,” ujar Wendi sang MC.

Jarum jam menunjukkan pukul 15.30, istirahat sholat Ashar pun kelar. Sambil menepati janji nya, MC pun membagi hadiah. Kali ini aku juga nggak mau ketinggalan. “Alhamdulillah dapat hadiah lagi. Hadiahnya keren banget. Handwallet dari Indblack,” batinku.

Tak hanya hadiah yang kalah keren. Penulis di sesi keenam juga tak kalah kerennya. Si Dewa Selling alias Dewa Eka Prayoga juga membagi tipsnya. Dewa Eka Prayoga mengungkakan bahwa buku pertama yang ditulisnya 7 kesalahan Fatal Pengusaha Pemula itu berdasarkan pengalaman pribadi. “Penulis juga harus bisa jualan,” pesan Dewa Eka Prayoga




Sebelum sesi terakhir oleh Asma Nadia, Tendi Murti kembali membagi buku. Kali ini aku dapat buku Kumpulan Cerita Dengan Menyebut Nama Allah karangan Dibatezal.

Sesi terakhir, membedah novel terbaru Asma Nadia yang berjudul Bidadari Untuk Dewa. Novel Bidadari Untuk Dewa ini adalah novel tertebal Asma Nadia sekitar 500 halaman.  “Novel ini merupakan kisah hidup Dewa Eka Prayoga. Kisah Dewa Eka ini sangat menarik untuk dibuat cerita, karena melibatkan tantagan yang lengkap yaitu harta, tahta dan wanita serta jatuh bangun yang hebat di usia muda,” beber Asma Nadia.
“Sebelum acara di tutup, mari kita saksikkan peluncuran novel terbaru Bidadari Untuk Dewa karya Asma Nadia,” ucap Tendi Murti.   
Jarum jam tepat menunjukkan pukul 17.30 acara jumpa penulis pun berakhir. Aku benar-benar bersyukur deh bisa hadir di acara sekeren ini. ” Pulang bawa 3 buku dan 1 handwallet plus segudang ilmu. Berkah Belimpah deh,” batinku.  


8 komentar :

  1. Asikkk bangettt 😍😍😍😍

    BalasHapus
  2. Mantapppp! Kahitna kebawa-bawa juga. Hihi.

    BalasHapus
  3. Asik bangettttt.... 😍😍😍😍👍👍👍

    BalasHapus
  4. Wah iya tiketnya lupa euy belum dikirim 😁😂
    Maaf kan yo mba say

    BalasHapus
  5. Wah iya tiketnya lupa euy belum dikirim 😁😂
    Maaf kan yo mba say

    BalasHapus
  6. asyok bener, jadi kepengen ngalaminya jg, pasti bahagia bgt, here

    BalasHapus