SOCIAL MEDIA

Rabu, 11 Oktober 2017

Bukan Cinderella Biasa

Hasil gambar untuk cinderella




 Pada jaman dahulu di negeri antah berantah, ada sebuah kerajaan yang diberi nama kerajaan Langit.
Di kerajaan tersebut ada seorang gadis cantik yang diberi nama Puspa. Kini Puspa yang sudah menjadi yatim piatu. Sebelum sang ayah meninggal, ayahnya menikah dengan seorang wanita yang bernama Mona, dan mempunyai 2 orang kakak yang bernama Eva dan Evi. Setelah ayahnya meninggal, Puspa selalu mengerjakan seluruh pekerjaan rumah. Puspa selalu dibentak oleh ibu tiri dan kedua kakak tirinya. Semenjak sang ayah meninggal, Puspa diberi nama oleh kedua kakak tirinya dengan sebutan Cinderella. Cinderella artinya gadis yang kotor dan penuh dengan debu.

“Cinderella, itu nama yang cocok buatmu,” bentak Eva dan Evi.

Setelah lima tahun meninggalnya sang ayah, datanglah seorang pengawal kerajaan yang menyebarkan surat undangan pesta dari istana. “Asyik kita akan pergi dan berdandan secantik mungkin. Kalau aku jadi putri raja, ibu pasti akan senang,” kata Eva dan Evi.


Hari yang dinanti tiba, kedua kakak tiri Cinderella, Eva dan Evi sangat gembira. Menggenakan baju kesayangan, mereka pun berdandan secantik mungkin. Sebelum mereka pergi, kedua kakak tiri Cinderella melarang Cinderella untuk pergi ke istana, dan memberinya pekerjaan rumah yang cukup banyak.

“Selesaikan pekerjaan ini sebelum kita semua pulang,” bentak Eva.

“Tapi aku juga ingin datang ke istana,”  ujar Cinderella.

“Bagaimana kamu bisa pergi ke istana. Baju dan perlengkapan make up pun kamu tak punya,” bentak Evi tak kalah sengitnya

“Sudah-sudah, “lerai Mona.

“Kamu boleh pergi ke istana, kalau kamu sudah menyelesaikan semua pekerjaan rumah,” bujuk Mona



Setelah Mona dan kedua anaknya berangkat ke istana mengenderai mobil BMW warisan dari ayah Cinderella, Cinderella pun  langsung bergegas menyelesaikan pekerjaan rumah. Hingga jam 10 malam, pekerjaan Cinderella pun belum selesai. Air mata Cinderella tak tertahankan.

“Bagaimana aku bisa menyelesaikan semua pekerjaan ini,” isak Cinderella.

Tiba-tiba di belakang tubuh Cinderella, terdengar suara  “Tenang saja, semuanya akan beres dalam sekejap,” ujar dengan lembut.

“Ka...ka... kamu siapa,” ucap Cinderella dengan suara terbata-bata.

“Tenang saja, kamu jangan panik dan takut. Aku peri putih yang akan membantumu. Sekarang kamu mandi dulu deh,” ujar si peri putih.

Tanpa pikir panjang, Cinderella pun pergi ke kamar mandi. Selesai mandi, Cinderella kembali ke ruang keluarga menemui si peri putih.

“Aku tidak punya baju yang bagus. Mana mungkin aku ke pesta dengan baju jelek seperti ini,” ujar Cinderella.

“Tenang saja. Sekarang, pejam matamu,” pinta peri putih.

Dalam sekejap, peri putih merubah Cinderella menjadi sosok yang cantik.

“Buka matamu, “ perintah peri putih.

“Sekarang kamu pergi ke istana. Di depan sudah ada mobil dan supir yang menunggumu. Tapi ingat, sebelum jam 12, kamu sudah harus pulang. Kalau tidak, semuanya akan hilang dan kembali seperti sedia kala,” ujar peri putih.

Dengan menggunakan mobil Mercy series terbaru, Cinderella diantar sopir pergi ke istana Langit. Sesampainya di istana Langit, pandangan semua mata langsung tertuju ke Cinderella. Dengan bergaya bak model papan atas, Cinderella pun berjalan ke arah Pangeran Andra. Menikmati alunan musik, Cinderella pun berdansa dengan Pangeran Andra.


Tanpa sadar, jam dinding berdetak 12 kali. Pertanda jam menunjukkan pukul 12 malam. Cinderella pun bergegas pergi meninggalkan pesta dansa. Dengan lari terburu-buru, Cinderella pun tak sengaja meninggalkan sepatu kaca yang dikenakannya.

Melihat sepatu kaca milik Cinderella, Pangeran Andra pun mengambilnya dan kembali ke ruang dansa.

Keesokkan harinya, Pangeran Andra ditemani pengawal di istana nya pergi mencari pemilik sepatu kaca. Dalam pencarian pemilik sepatu kaca, tanpa sengaja pangeran Andra bertemu dengan sahabatnya, Malin Kundang. Sebelum mencari pemilik sepatu kaca, Malin Kundang mengajak Pangeran Andra pergi ke sebuah restauran milik Putri Tidur. Saat ketemu Putri Tidur, Pangeran Andra pun langsung jatuh cinta pada pandangan pertama.


Seusai makan, Pangeran Andra, Putri Tidur dan Malin Kundang pun pergi bertiga berjalan-jalan. Pangeran Andra mengajak mereka pergi ke sebuah mall yang ada di istana Langit. Di mall tersebut, Pangeran Andra membelikan gaun yang sangat cantik untuk Putri Tidur.

“Cukup sudah Andra, kita jalan-jalan. Sudah saatnya kita mencari pemilik sepatu ini,” ujar Malin Kundang.

“Sepatu ini aku serahkan ke kamu. Kamu cari saja pemilik sepati ini,” ujar Pangeran Andra.


Akhirnya, Malin Kundang pun berpisah dengan Pangeran Andra. Pangeran Andra dan Putri tidur kembali ke istana Langit, sedangkan Malin Kundang mencari pemilik sepatu kaca.
Di tengah jalan, tanpa sengaja, Malin Kundang pun ketemu dengan Cinderella pulang dari pasar. Tanpa pikir panjang, Malin menyodorkan sepatu kaca tersebut ke Cinderella.

“Ini sangat pas di kaki kamu. Jadi kamu pemilik sepatu ini,” ujar Malin.

“Tapi, kamu kan bukan Pangeran Andra?,” tanya Cinderella.

“Aku memang bukan Pangeran Andra. Tadi pangeran Andra memberikan sepatu ini buatku. Maukah kamu ikut aku pulang ke kotaku dan menikah denganku?,”

“Iya, aku mau,” ujar Cinderella.

Akhirnya, Malin Kundang dan Cinderella pulang ke Padang, dan melangsungkan pernikahannya di Padang. Di waktu yang sama pula, Pangeran Andra dan Putri Tidur menikah di Istana Langit.





4 komentar :

  1. Wahahaha. Jodohnya si Malin...

    BalasHapus
  2. Waduh...jadi berjodoh sama malin.😂

    BalasHapus
  3. Waduh...jadi berjodoh sama malin.😂

    BalasHapus
  4. nikahnya pakek adat minang ya.. wkwkwk

    BalasHapus