SOCIAL MEDIA

Selasa, 24 Oktober 2017

Hujan Deras Menghiasi Kopdar ASJ




Lima bulan yang lalu, aku bergabung dengan grup ASJ. Komunitas yang berada di bawah naungan BAS ini, untuk pertama kalinya menyelenggarakan kopdar.Kopdar tersebut diselenggarakan di Taman Mini Indonesia Indah, Minggu  22 Oktober lalu.


Minggu pagi, saat bangun tidur, rasa malas untuk datang di acara kopdar mulai menghinggapi relung hatiku. “Datang ga ya? Apalagi tidak ada yang aku kenal,” batin mulai bergejolak.
Sambil melakukan aktivitas pagi hari, hatiku masih dirundung kebimbangan. Hingga jarum jam menunjukkan pukul pagi, aku masih belum beranjak ke kamar mandi dan bersiap.
Iseng-iseng aku pun membuka grup WA Sahabat ASJ. Perbincangan di grup itu kian seru dan rame. Aku masih belum mau melangkahkan kaki ke kamar mandi, dan mencoba nimbrung pada obrolan yang ada.
“Mba dari Ciputat kan,” tanya Dinni
“Iya mba,” balasku.
“Aku bareng ya. Kita ketemu di perempatan Ragunan,”
“Oke,” jawabku singkat.

Tanpa pikir panjang, aku langsung bergegas ke kamar mandi dan bersiap. Dengan mengenakan kaos biru yang aku padu padankan dengan rompi hitam dan rok jeans, aku pun siap untuk berangkat ke Taman Mini. “Semoga aja nanti  bisa jalan-jalan keliling Taman Mini,” batinku sambil memasukkan kamera kesayanganku ke dalam tas.

Saat jarum jam menunjukkan pukul 09.00, dengan mengendarai Vario kesayanganku, aku pun berangkat menuju ke Taman Mini. Perjalanan ke TMII, terbilang cukup lancar. Sesampai di tempat yang sudah aku sepakati dengan Dinni, aku pun berhenti dan melihat Dinni sudah berada di tempat tersebut. Untungnya Dinni sudah memberitahu pakaian yang dikenakannya. Padahal itu pertama kalinya aku ketemu dengan Dinni.

Tak terasa hampir 30 menit perjalanan yang kami tempuh. Di pintu gerbang, Taman Mini terlihat antrian panjang  baik itu sepeda motor maupun mobil. Dengan biaya 10 ribu per orang dan parkir motor 6 ribu rupiah, akhirnya kami berdua pun memasuki area Taman Mini.
Di dalam Taman Mini pun, kemacetan masih terlihat. “Ini hari Minggu sih, banyak acara. Pantas aja Taman Mini Macet,” batinku.

Tujuan pertama di Taman Mini yakni mencari anjungan Maluku, karena tempat kumpul kopdar ASJ berada di danau dan letaknya di seberang anjungan Maluku.
Sesampainya di danau, aku langsung memarkirkan motor. Tak lama kemudian, aku berjalan ke arah teman-teman ASJ yang selama ini aku kenal hanya via Whatsapp. Tak lupa aku pun berkenalan dengan mereka.

Menginjak jam 11.00 acara pun di mulai. Acara diawali dengan pembukaan yang disampaikan oleh ketua ASJ dan disusul Rukyah oleh Ustad Arif.

Setelah Rukyah selesai, suara adzan Dhuhur berkumandang. Tanpa pikir panjang, kami pun bergegas mengambil wudhu dan melakukan sholat Dhuhur berjamaah di tepi Danau. Selesai sholat, acara inti pun di mulai. Acara perkenalan setiap anggota ASJ. Namun sayang, ketika jarum jam menunjukkan pukul 1 siang, cuaca tidak bersahabat. Hujan deras mengguyur Taman Mini. Dengan gerakan spontan, kami pun langsung mengambil tikar yang kita duduki dan aneka makanan yang ada di depan mata.

engan sedikit kehujanan, kami pun berlarian ke tempat yang ada di dekat danau, dengan harapan bisa berteduh dan melanjutkan acara. Sayangnya, harapan itu sirna. Tempat tersebut tidak diijinkan untuk di gunakan. Hujan pun mengguyur kian derasnya. Kami hanya bisa menunggu hujan agak reda dan bisa melanjutkan acara.

Saat hujan mulai reda, kami pun berjalan mencari anjungan yang bisa digunakan. Akhirnya pilihan jatuh pada anjungan Sulawesi Tengah. Letaknya tak jauh dari pinggir danau dan Anjungan Maluku.

Di anjungan Sulawesi Tengah itu acara dilanjutkan. Di sela-sela acara berlangsung, pasangan yang bulan September kemarin melangsungkan pernikahan pun tak luput di todong untuk memberikan testimoninya.  

Tepat pukul 4 sore, acara berakhir. Sebelum acara berakhir, kami pun melakukan sesi foto bersama.

Setelah acara berakhir, admin ASJ melakukan diskusi kecil demi kemajuan ASJ dan berencana membuat film dokumenter.

Bagaimana kisah film dokumenter tersebut? Tunggu saja kelanjutan kisahnya beberapa bulan kedepan





3 komentar :