Oktober 10, 2017
0






Dilarang bekerja oleh sang suami, rupanya tidak membuat Iffa Laili Khoiriyah berdiam diri. Justru dengan adanya larangan dari sang suami bekerja di luar rumah tersebut membuat Iffa kian maju bertumbuh dan berkembang. Iffa lebih produktif di dalam rumah dan terjun di dunia bisnis kuliner.


Sebelum memutuskan untuk terjun di bisnis kuliner, Iffa yang sudah menggeluti bisnis sejak tahun 2014 tersebut menggeluti berbagai bidang usaha, mulai dari kuliner, optik, toko obat, MLM hingga pertanian. Kegagalan demi kegagalan digapainya. Bahkan, Iffa mengalami kebangkrutan. Namun, di balik itu semua, ada satu bisnis yang berhasil di selamatkannya yakni bisnis kuliner.


Tidak mau terlalu lama bersedih akibat kebangkrutan yang pernah dialaminya. Akhirnya, ibu 3 orang anak ini memutuskan untuk fokus di bisnis kuliner dengan mengusung brand “Ayam Laos Bunda Iffa”.


“Saya memutuskan untuk terjun di  bisnis kuliner “Ayam Laos Bunda Iffa” dalam bentuk frozen karena saya melihat adanya peluang. Terlebih lagi sekarang jamannya emansipasi wanita dan wanita lebih banyak yang berkarier, sehingga tidak sempat masak. Untuk memudahkan dan memberikan produk yang berkualitas muncullah ayam laos bunda iffa. Rencana kedepan juga akan ada menu yang lain sehingga bisa memanjakan lidah yang memakannya,” bebernya.


Dengan modal awal sebesar 1 juta rupiah, kini Iffa mampu meraih omzet hingga puluhan juta rupiah setiap bulannya. Bahkan kini agennya sudah tersebar di seluruh Jawa. Itu dikarenakan ayam laos buatan Iffa itu mempunyai rasa yang beda dan unik. Bahan-bahan yang digunakan pun dari bahan-bahan rempah dan ayamnya juga berasal dari ayam pilihan yang dibelinya di rumah pemotongan ayam dan sudah mempunyai sertifikat halal dari MUI mulai perawatan hingga penyembelihan dan pengemasan yang sudah terjamin.


“Kelebihannya itu terletak pada rasa. Laosnya  tidak terasa dan banyak yang mengira itu abon. Bumbunya meresap sampai ke dalam dan tekstur dagingnya empuk karena proses masaknya sekitar 2 jam dengan menggunakan api kecil,” ungkap wanita kelahiran Banyuwangi, 21 maret 1985.


Meskipun omzetnya sudah mencapai puluhan juta setiap bulannya, rupanya istri dari Moch Ghufron  ini  ingin mempunyai warung makan untuk kaum duafa dan yatim piatu serta produk ayam laos bunda iffa  miliknya tersebut bisa menjadi barang eksport. “ Saya ingin sekali mewujudkan mimpi saya tersebut. Agar bisa menjadi bukti untuk orang-orang yang selalu meremehkan saya,” harapan Iffa saat ditemui di kediamannya di Perum Griya Giri Mulya Klatak Banyuwangi



0 komentar:

Posting Komentar