SOCIAL MEDIA

Senin, 09 Oktober 2017

Kado Terpahit Di Hari Ulang Tahun

Hasil gambar untuk tangis

Masih teringat jelas dalam ingatanku. Hari ini, 9 Oktober. Di hari ulang tahunku, tepat 2 tahun yang lalu. Keganjilan sikap sang mantan sudah mulai terasa. Meski saat aku ulang tahun sang mantan berada di atas kapal, dia selalu menelepon ku jam 12 malam. Tepat di jam pergantian hari. Namun, hal itu tidak terjadi. Akupun masih berpikir kalau sang mantan mungkin kecapekan dan ketiduran. Aku masih berharap, bahwa saat pagi hari saat dia bangun tidur, dia akan menghubungiku. Harapanku  ternyata sia-sia belaka. Hingga jarum jam menunjukkan pukul 7 pagi, dia pun tidak menghubungiku.

Akhirnya aku putuskan untuk menghubunginya. Jawabannya sangat singkat dan dia sama sekali tidak mengucapkan selamat ulang tahun ke aku. Bahkan, sampai aku harus mengingatkannya.


Dengan mata sembab, sehabis nangis karena sikapnya yang sudah berubah, aku pun berangkat ke kantor. Hingga jam 3 sore, aku pun masih melakukan aktivitas seperti biasanya. Seperti tradisi di kantor, yang ulang tahun  setidaknya mentraktir atau membawa makanan ke kantor. Akupun memilih membeli JCo  buat teman-teman kantorku. 2 kardus Jco aku pesan via gojek. Sesampainya, aku pun membagi donat tersebut ke teman-teman.


Saat jam dinding menunjukkan jam 4 sore, tiba-tiba HRD mengajak rapat. Aku bersama sepuluh teman pun menuju ke ruang rapat. Bak disambar petir di siang bolong, aku dan teman-teman mendapat sepucuk surat. Saat aku buka, ternyata surat itu berisi surat pemutusan hubungan kerja. Perasaan sedih saat itu juga menyelimuti hatiku. Ya, aku dan teman-teman terkena pemutusan hubungan kerja. Sambil mencoba tegar dan air mata tak keluar, aku pun berusaha tersenyum di hadapan bosku.


Kelar rapat, aku pun masih mencoba tersenyum dan bercanda. Dengan sedikit celetukan dan bercanda ke HRD, aku bilang, “kado yang tak akan aku lupakan mba. Aku ulang tahun, eh malah dapat kado surat PHK” kelakarku  

Setelah itu, aku langsung menghubungi sang maantan. Niat hati ingin membagi cerita yang sedang aku alami saat itu. Namun sikap sang mantan saat itu sangat cuek. “Mungkin dia lagi sibuk,” batinku.
Dengan lemas,  dan lunglai, aku pun berjalan pulang. Di atas sepeda motor, tangisku tak dapat aku tahan. Kado pahit yang aku terima di hari ulang tahunku.

Sesampainya di rumah, aku mencoba menghubungi mantan. Tapi jawabannya sangat singkat. Seakan sudah bosan berbicara denganku di telepon. Aku pun melanjutkan cerita dengan sang mantan via whatsapp. Namun, jawaban yang aku dapat sungguh tidak enak untuk dibaca. Saat aku kena musibah, dia malah bersikap cuek. Bahkan, dalam pesan yang sempat ditulisnya, dia menulis, aku disuruh untuk mencari suami lagi dan mulai detik itu, aku sudah bukan lagi istrinya.

Sambil kebingungan, akupun mencoba menghubunginya. Teleponnya selalu sibuk, dan aku pun mencoba menghubungi di nomer HP yang satunya, dia enggan mengangkatnya.

Tangisku sudah benar-benar tak bisa aku tahan. Aku menangis sekencang-kencangnya. “Benar-benar kado terpahit di hari ulang tahunku,” batinku

2 komentar :

  1. Ikut sedih bacanya. Saya yakin hikmah besar di balik semuanya, terbaik buat mbak.

    BalasHapus
  2. ujian yg Maha berat, semoga sllu diberi kekuatan dan ttp istiqomah memohon pertolongan-Nya

    BalasHapus