SOCIAL MEDIA

Kamis, 26 Oktober 2017

Penulis yang Tak Percaya Diri, Kini Hasilkan Lebih Dari 50 karya Novel

Foto Mungky Hendriyani.


Sosok Asma Nadia memang sudah tidak asing bagi sebagian masyarakat Indonesia. Wanita yang baru saja launching novel terbarunya yang berjudul “Bidadari Untuk  Dewa” ini sudah menelurkan lebih dari 50 karya lewat buku maupun novel fiksi. Tidak sedikit pula, novel karya Asma Nadia diangkat menjadi film dan mendulang kesuksesan di hati masyarakat.

Sebut saja film 'Surga Yang Tak Dirindukan' yang diadaptasi dari novelnya berhasil menarik hingga jutaan penonton. Cerita tentang isu poligami dengan balutan kisah drama pengorbanan wanita ini juga bahkan dibuat dalam dua sesi.

Sebelum menjadi penulis yang terkenal seperti sekarang ini, perjalanan Asma Nadia cukup berliku. Setelah lulus dari SMA 1 Budi Utomo, Jakarta, Asma melanjutkan kuliah di Fakultas Teknologi Pertanian di Institut Pertanian Bogor. Asma tidak menyelesaikan kuliah yang dijalaninya, karena ia harus beristirahat. Namun, saat itu Asma masih mempunyai obsesi untuk terus menulis. Ketika kesehatannya menurun, ia tetap bersemangat menulis.

Dorongan dan semangat yang diberikan keluarga dan orang yang menyayanginya memotivasi untuk terus menulis. Asma tetap aktif mengirimkan tulisannya ke majalah Islam. Sebuah cerpennya yang berjudul Imut dan Koran Gondrong pernah meraih juara pertama Lomba Menulis Cerita Pendek Islami (LMCPI) tingkat nasional yang diadakan majalah Aninda pada tahun 1994 dan 1995.

Tidak hanya menulis fiksi, Asma Nadia juga aktif menulis lirik lagu. Sebagian lirik lagunya terdapat di album Bestari I (1996), Bestari II(1997), dan Bestari III (2003), Snada The PrestationAir Mata BosniaCinta Ilahi, dan Kaca Diri. Bahkan Asma Nadia juga membuat Soundtrack Surga Yang Tak Dirindukan.

Lebih lanjut Asma Nadia mengungkapkan bahwa menulis adalah hobi baginya. Namun, saat remaja, Asma pernah mengalami patah semangat. Asma mengungkapkan kalau ia mulai menulis cerpen ketika duduk di bangku SMP. Namun karena sering dicela dan diejek, semangat nulisnya pun hampir padam.

Seiring berjalannya waktu, Asma mulai serius untuk menulis dan cerpennya itu dimuat oleh salah satu majalah. Tulisan cerpen pertamanya itu mengisahkan tentang kerinduan Asma tentang keponakannya yang telah berada di sisi Tuhan YME.

Semenjak cerpen 'Surat Buat Asadullah di Surga' dimuat oleh majalah Anida, Asma terus menjalankan hobi menulisnya. Meskipun begitu Asma mengakui kalau dia seorang penulis yang tidak percaya diri. Namun, rasa tak percaya dirinya tersebut dapat mendorong dirinya untuk tetap menulis, terus berkarya dan berproses menjadi lebih baik.

Di tahun 2000 Asma Nadia meluncurkan buku pertamanya yang berjudul Lentera Kehidupan. Buku yang menceritakan kisah luar biasa dari orang-orang biasa. Namun Asma tak merasa bangga dengan bukunya itu karena kecewa dengan pihak penerbit yang mendesain covernya.

Sejak saat itu, Asma mulai memiliki ketertarikan pada bidang layout dan desain. Kemudian di tahun 2009, penulis buku 'Emak Ingin Naik Haji' ini merintis penerbitan dengan nama Asma Nadia Publishing House. Tak hanya sekadar penerbit biasa, Asma ingin setiap bukunya itu bukan hanya sekadar sebagai hiburan dan bacaan saja tetapi juga dapat memberikan kontribusi terhadap tercapainya mimpi seseorang.

Diakui Asma, bahwa penerbitan miliknya itu kecil. Dalam setahun hanya menerbitkan terbit tidak sampai sepuluh buku cuma empat atau lima, tetapi setiap buku harus inspiring dan harus menggerakkan, harus mengajak ke perubahan walaupun dengan cara yang sangat sederhana sehingga akan jauh lebih bermakna.



9 komentar :

  1. kereeennn nih, beri aplous 👏👏👏

    BalasHapus
  2. kereeennn nih, beri aplous 👏👏👏

    BalasHapus
  3. Bagus mba. Jika diceritakan sedikit kenapa mba rizki mengagumi sosok asma Nadia pasti lebih bagus lagi 😊

    BalasHapus
  4. Bagus mba. Jika diceritakan sedikit kenapa mba rizki mengagumi sosok asma Nadia pasti lebih bagus lagi 😊

    BalasHapus
  5. Tulisannya bagus, informatif dan menginspirasi pembaca untuk terus berjuang meraih cita sebagai penulis, seperti Asma Nadia ^^

    BalasHapus