SOCIAL MEDIA

Jumat, 20 Oktober 2017

PENYEBAB SUSAH CLOSING SETIAP HARI

Hasil gambar untuk susah closing




Banyak orang mau berjualan, banyak orang mau berbisnis, tetapi saat di lapangan, sedikit yang mau berkorban untuk bisa menghasilkan penjualan secara rutin. Ingat, sukses tidak akan ada tanpa pengorbanan. Butuh proses, tidak bisa instan. Mie instan aja di rebus dulu, benar, kan?

Apa sih yang membuat seorang penjual atau pebisnis mengalami kesulitan untuk bisa tembus closing setiap hari? Apa penyebab closing penjualan seseorang itu naik-turun, ga rutin, kadang ada kadang enggak ada.

Seperti yang saya kutip dari bukunya Hermas Puspito, Rahasia Clossing Tiap Hari, berikut Beberapa Penyebab Susah Closing Setiap Hari:


1. SULIT BAGI WAKTU

Kendala ini sering dialami oleh pebisnis online dan pebisnis yang masih bekerja. Yupp ini adalah salah satu kendala yang membuat closing kita naik turun. Penyebabnya karena sulitnya membagi waktu. Yang sudah jadi pebisnis full time saja masih tidak mudah untuk bagi waktu dengan baik, apalagi yang masih nyambi bekerja.

Tapi kalau memang serius, sebenarnya bisa kok menghasilkan closing rutin setiap hari meski masih nyambi kerja. Kuncinya pada bagaimana kita bisa mengatur waktu dengan baik. Memang tidak mudah, tapi itu konsekuensi kalau masih nyambi.

Poin ini adalah salah satu kendala terbanyak yang membuat banyak pebisnis tidak bisa closing setiap hari. Sebenarnya sulit bagi waktu atau memang belum bisa mengatur waktu ya?

2. JUALAN KALAU LAGI MOOD/LAGI BUTUH UANG

Jangan melibatkan bisnis dengan perasaan. Ujung-ujungnya jualan baru dilakukan ketika lagi mood. Promo baru dibuat ketika lagi semangat.
Lha! Memangnya mau, omzet datang kalau lagi si omzet mood? Ga mau kan?

Jualan yang didorong perasaan mood atau ga mood biasanya membuat bisnis itu naik turun. Hasilnya ga rutin. Jualan itu jangan baperan Seringkali reseller yang baru jualan ketika lagi butuh uang. Kalau ga butuh uang maka tidak jualan. Begini, kalau cara jualan kita seperti ini mah nantinya bakal sulit ketika membuka bisnis sendiri.  Plus bakal susah bisa tembus closing setiap hari.
3. CALON PEMBELINYA (LEADSNYA) SEDIKIT.

Jualan bakal makin sulit kalo leadsnya sedikit. Apa itu leads? Leads adalah calon prospek atau calon pembeli. Calon pembeli ada dimana saja? Ada banyak, tetapi kita akan sulit jualan jika leads kita sedikit.

Apa saja leads itu? Misalnya seperti database kontak, jumlah kontak WA, data info calon prospek yang bisa dihubungi, berapa follower atau fans atau friend di media sosial kita. Leads ini harus banyak kalau mau kenceng closingnya dan mau setiap hari closingnya.

Secara sederhana begini, mau sekeren atau semenarik apapun promosi Anda, kalau calon pembeli (atau yang lihat promonya) sedikit, mah sama aja bohong. Hasilnya ga akan maksimal.

4. TIDAK MEMBUAT TARGET SETIAP HARI

Kendala orang-orang yang suka jualan tapi hasilnya ga rutin karena JUALAN TANPA RENCANA dan TARGET YANG JELAS. Begini, semua pebisnis sukses adalah mereka yang berjualan dengan rencana dan target. Tanpa ini ga akan goal yang jelas yang ingin dicapai.

Kita perlu belajar menerapkan target setiap hari. Dan penerapan itu dimulai ketika kita membuat target harian, berapa yang ingin di kontak, berapa yang ingin diclosingkan, berapa target harian kita.

 Nah seringkali kendala jualan kita ada disini. Tidak punya target harian yang jelas. Pengennya tembus 100 juta, pengennya tembus 1M, tapi ngawang-ngawang doang, ga ada rincian yang jelas, ujungnya bakal susah tercapai.


5. AKTIVITAS BISNIS DIKERJAKAN SENDIRI

Yang membuat seseorang kesulitan memperoleh penghasilan rutin dari jualan adalah ketika mengerjakan bisnis seorang diri. Mulai dari packing, produksi, terima orderan, terima komplainan sampai cari supplier.

Ujung-ujungnya karena terkendala sibuk, kita ga bisa fokus untuk mencari calon pembeli baru. Sibuk ini terjadi karena semua dikerjakan sendiri.  Langkah penting yang harus dilakukan adalah belajar mendelegasikan pekerjaan ke orang lain dan mulai membangun tim yang membantu bisnis kita. Ingat! ketika kita masih nyambi sana-sini. Ujung-ujungnya pasti jualan kita terbengkalai.


6. SERING di PHP CALON PEMBELI

Salah satu kendala closing terbesar adalah sering di PHP calon pembeli. PHP ini beranekaragam, mulai dari cuma di read doang, susah di follow up, atau janji transfer tapi ga transfer-transfer, bahkan ada yang begini, sudah chat panjang, tapi ujung-ujungnya ga beli. Sedihhh bangettt (udah ngerasain hehe)

Banyak pebisnis mengalami ini kok, bahkan bagi agen penjualan ini adalah hal yang biasa. Tinggal PRnya adalah kita harus punya trik khusus agar tidak di PHP calon pembeli, tujuannya biar bisa tembus closing terus menerus. Seringkali PHP itu tidak melulu karena kesalahan calon konsumen, mungkin karena kita yang belum bisa meyakinkannya dengan baik.


7. PENAWARANNYA KURANG KUAT

Kendala susah closing karena promo dan penawaran yang kita berikan biasanya kurang kuat. Kurang kuat ini parameternya banyak, mulai dari judul promo ga nendang, bonus nya kurang menarik, manfaat yang diberikan kurang menggiurkan hingga call to actionnya kurang ampuh.

Kalau saja penawarannya bagus, kalau saja sales promonya menarik, closing setiap hari bisa terwujud. Namun juga didukung oleh leads yang banyak ya. Inget poin diatas.


8. JUALAN MASIH SENDIRI

Jualan sendiri itu memang enak, karena profitnya dimakan sendiri. Tapi jika jualannya dibantu dengan pasukan reseller, jualan kita tidak hanya sekali melainkan bisa berkali-kali. Membangun pasukan reseller itu menolong kita untuk bisa tembus closing setiap hari.


Bahkan closing setiap hari bisa terwujud meski kita tidak berjualan langsung jika kita membangun pasukan penjualan. Namun kendalanya banyak yang enggan bangun pasukan karena tidak mau belajar berbagi income atau memang tidak mau mencoba. Padahal jika punya banyak pasukan reseller, jualan yang tembus closing setiap hari itu bakal ga sulit.


9. BELUM MENGUASAI TEKNIK CLOSING

Poin ini yang banyak dialami para pebisnis dan agen penjualan pemula. Sulit bisa closing karena belum paham teknik closing yang benar. Belum paham bagaimana menutup penjualan yang bisa menghasilkan transferan.

Jangan berbisnis cuma modal nekat tanpa skill jualan atau closing. Takutnya pas udah terjun bakal kecewa karena susahnya menghasilkan penjualan.


1 komentar :

  1. Wah keren nih mbak Uky..
    Tulisannya bermanfaat banget buat saya yang masih mau belajar jualan

    BalasHapus