SOCIAL MEDIA

Sabtu, 07 Oktober 2017

Sehari Bersama Hedi

Foto Mungky Hendriyani.



Libur tlah tiba... hore.. hore

Lagu itu selalu dinyanyikan jagoan kecilku saat libur sekolah tiba. Sebelum liburan sekolah tiba, aku sudah berjanji mau mengajaknya jalan-jalan. Meski hanya jalan berdua denganku, Hedi jagoan kecilku selalu enjoy menikmatinya.

Hari itu aku sudah janji pada  Hedi kalau aku mau ajak jalan ke mall sambil main ke Timezone. Saat MATAHARI sudah di atas kepala, akhirnya kita berdua jalan.

“Kita mau kemana, Bunda,” ujar Hedi saat sudah diatas Mio biru.

“Maafin bunda ya sayang. Kali ini, kita jalan ke Delta aja ya mas. Nanti kita makan di Hokben sekaligus main Timezone. Nanti kalau ada rejeki, Insha Allah kita jalan-jalan ke Malang,”  ujarku.

“Oke Bunda. Makasih ya Bunda sayang sudah ajak Hedi jalan. Hedi doakan bunda, banyak rejekinya,” ujar Hedi sambil tersenyum bahagia.

Setelah parkir motor, dengan penuh  CINTA, kita berdua pun saling bergandengan tangan. Terkadang, saat jalan pun rangkul Hedi.

“Kita mau kemana dulu nih sayang,” tanyaku

“Timezone dulu ya Bunda,” pintanya.


Kaki kami pun langsung melangkah ke lantai 4, tempat Timezone itu berada. Tanpa banyak bicara, aku langsung mengisi kartu agar Hedi bermain. Sesekali aku ikut bermain sama Hedi. Saat sedang asyik main, tiba-tiba aku lihat hidung jagoan kecilku BERDARAH.

“Kok hidung Hedi berdarah,” tanyaku sambil membersihkan hidungnya.

“Hedi panas dalam nih kayaknya Bunda. Belikan larutan ya,” pintanya.

“Siap sayang. Berhenti dulu yuk mainnya, kita beli larutan terus makan,”


Kaki kami berdua pun kembali menuruni lift, dan menuju ke superindo sambil mencari larutan penyegar. Setelah menemukan di rak mana larutan tersebut berada, kami berjalan menuju kasir dan membayar belanjaan.

Tanpa banyak bicara, kami berdua pun sambil berjalan menuju Hoka-hoka bento. Untungnya saat itu Hokben lagi sepi. Langsung saja aku pesan menu favorit Hedi, Bento Kids.

Seusai makan, kami berdua pun jalan-jalan sejenak. Matanya langsung menatap ke Toys City. Hedi menarik tanganku, meminta nya untuk masuk. Tanpa pikir panjang, aku iyakan saja ajakan dia masuk. Ternyata, Hedi sudah tertarik pada satu mainan, yang harganya hampir 500 ribu rupiah. Sambil merengek, Hedi meminta dibelikan mainan itu.

“Hedi telepon ayah aja,” ujarku sambil menyodorkan HP yang memang aku belikan untuk Hedi.

Tak lama kemudian, Hedi pun menghubungi ayahnya.

“Ayah, hedi belikan mainan donk. Harganya 500 ribu,” ungkap Hedi ditelepon.

“Nanti ya, kalau ayah punya uang,” jawab ayahnya.


Mendengar jawaban sang ayah begitu, Hedi pun langsung menutup teleponnya, dan menangis.  

“Kenapa sayang,” tanyaku.

“Kata ayah, nanti dibelikan kalau ayah punya uang,” rengek Hedi.

Saat itu juga, hati kecilku langsung menangis. Bagaimana tidak. Sebelum ayahnya berselingkuh, dan akhirnya kita berpisah apapun yang diminta Hedi, langsung dibelikan.

“Sabar ya sayang. Bunda akan berjuang demi masa depan dan HIDUP Hedi,” bujukku.  
Sambil mencoba menenangkan Hedi, kita berdua jalan meninggalkan Toyscity.  Aku pun bertanya, 

“Kita mau kemana mas? Mau main  lagi atau pulang,”
“Pulang aja Bunda,” jawabnya singkat

Kami pun berdua pulang ke rumah. Di tengah jalan, tak sengaja kami melihat ada kecelakaan.

“Bunda, kalau bawa motor hati-hati ya, Hedi ga mau Bunda CELAKA. Sekarang, Hedi cuman punya bunda. Ayah sudah ga sayang lagi sama Hedi,” ucapnya.

“Iya sayang,  Bunda akan hati-hati,” ucapku sambil mencium kepalanya.

Sesampainya di rumah, Hedi pun langsung tidur kecapekan. “Met istirahat ya jagoan kecil bunda,” bisikku sambil mencium keningnya.




4 komentar :

  1. Kasih sayang antara anak dan bundanya... Selalu menyejukkan.

    BalasHapus
  2. Nice story, Mba. Jadi single parent harus kuat ya.

    BalasHapus