Single Parent - Sang Mentari

Breaking

Sang Mentari

Personal & Life Style Blog

Conected

test banner

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Rabu, 04 Oktober 2017

Single Parent

Hasil gambar untuk single parent



Tak pernah terbesit dalam benakku aku menjadi seorang single parent. Namun, ini semua sudah menjadi takdir dalam hidupku. Pernikahanku dengan sang mantan hanya bertahan hampir 6 tahun. Usiaku dengan sang mantan selisihnya cukup jauh. Sang mantan 11 tahun lebih tua dariku
Sosok suami yang dulu menyayangiku dan jagoan kecil kami, semuanya hilang dan sirna begitu saja. Semuanya berubah 180 derajat semenjak adanya pihak ketiga.


Mantanku bertemu dengan wanita itu gara-gara adanya grup WA SMU nya dulu. Banyak yang menduga hubungan mereka tersebut lantaran cinta lama belum kelar alias CLBK. Sosok wanita yang menjadi pihak ketiga dalam rumah tanggaku yakni seorang yang berprofesi sebagai guru BP di salah satu SMU Islam yang ada di kawasan Jakarta Selatan.  Aku yakin, kalau wanita itu tidak merebut suamiku, dia tidak akan menikah.


Gara-gara wanita itu, hubunganku dengan sang suami hancur. Perpisahan tak terelakkan. Tak lama setelah perpisahan diantara kami, sang mantan itu pun menikah dengan wanita tersebut.
Semenjak sang mantan menikah dengan selinguhannya, anak sudah tidak pernah di perhatikan. Sudah hampir 1 tahun anakku tidak dinafkahinya. Jangankan diberi nafkah untuk kebutuhan sekolah, dan makan anak. Mantanpun juga tidak mau menghubunginya.


Saat bulan puasa kemarin, aku yakin rasa rindu anakku ke ayahnya tak tertahankan. Akhirnya, anakku mencoba menghubungi ayahnya. Perbincangan via telepon tersebut hanya berlangsung kurang dari 5 menit. Saat anakku minta dibelikkan sepatu futsal, mantanku langsung menutup telepon anakku. Hingga detik ini, sepatu futsal yang di harapkan anakku tak kunjung datang.



Aku hanya bisa memberi pengertian ke anakku untuk bisa bersabar dengan semua cobaan dari Allah. Aku yakin, kalau aku dan jagoan kecilku bisa melewati semua cobaan ini. 

4 komentar:

  1. Sesek. Ikut sedih bacanya. Hampir 6 tahun itu bukan waktu singkat. Akan ada hikmah besar di balik semua ini...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin... makasih support nya mas 😊

      Hapus
  2. Yang sabar ya mbak. Doa terbaik untuk mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba. Makasih atas doa nya. Doa yang sama juga buat mba Nova

      Hapus

Post Top Ad

Responsive Ads Here