SOCIAL MEDIA

Sabtu, 28 Oktober 2017

Suami Terbaik

Hasil gambar untuk suami terbaik


Malam ini cuaca sangat cerah dan bersahabat. Namun tidak dengan perasaan Yovie. Hati kecil Yovie bergejolak. Kedua orang tua Yovie menjodohkannya dengan seorang wanita pilihan kedua orang tuanya. Alasannya cukup klise. Hutang budi. Kedua orang tua Yovie, merasa berhutang budi kepada kedua orang tua Desi.

“Kenapa aku harus menikah dengan Desi. Aku tidak mengenalnya. Jangankan aku mengenalnya, ketemu pun aku tidak pernah,” bantah Yovie di depan kedua orang tuanya.

“Sudahlah Yovie,, Desi ini wanita yang terbaik buatmu. Percayalah. Kami tidak akan menjodohkanmu dengan wanita yang kurang baik,” bujuk mama Yovie

“Kalau bukan kamu, lalu bagaimana cara kita membayar semua kebaikan orang tua Desi kepada kita,” 

Tanpa ada pilihan, akhirnya Yovie pun menuruti permintaan kedua orang tuanya. Pernikahan antara Yovie dan Desi pun berlangsung sangat meriah. Kedua orang tua Yovie sangat bahagia melihat pernikahan putra semata wayangnya tersebut.

Hari demi hari pun sudah berhasil dilewati Yovie dan Desi. Yovie yang semula tidak ada rasa sayang ke Desi, kini benih-benih cinta di hati Yovie mulai tumbuh. Kebaikan hati dan sikap Desi yang solehah, perhatian dan penyayang yang mampu meluruhkan hati Yovie.
Tepat setelah sebulan pernikahan Yovie dan Desi, akhirnya Desi dinyatakan positif hamil. Hati Yovie dan Desi pun sangat bahagia. Tasyakuran kecil pun mereka lakukan demi menyambut persiapan sang buah hati. Rasa sayang Yovie ke istrinya makin besar.

“Alhamdulillah aku kini sudah mulai menyayangi Desi. Apalagi sekarang Desi sedang mengandung anakku. Andai saja aku dulu tidak menuruti permintaan kedua orang tuaku, pasti hingga detik ini aku belum menikah,” batin Yovie.

Di balik kegembiraan yang sedang dirasakan Yovie, ada duka yang sedang dihadapi Desi. Namun, duka yang dialami Desi tersebut, Desi tak ingin Yovie mengetahuinya. Desi sedang mengidap suatu penyakit. Hampir setiap bulan, Desi selalu kontrol ke dokter tanpa sepengetahuan suaminya.

“Kenapa kamu tidak cerita terus terang saja kepada Yovie. Apalagi kamu juga dinyatakan oleh dokter belum boleh hamil saat ini,” ujar orang tua Desi.

“Sudahlah ma. Tolong sampai kapanpun rahasiakan hal ini ke mas Yovie ya ma. Aku tidak mau sampai mas Yovie tahu dengan kondisiku saat ini. Aku akan bertahan dan melahirkan anak ini. Mama harus percaya sama Desi,” pinta Desi

Rupanya, saat usia kandungan Desi menginjak 7  bulan, kondisi Desi mulai nge drop. Bahkan, karena kondisi Desi sudah tidak memungkinkan, dokter pun memaksa Desi untuk segera melakukan operasi caesar dan melahirkan secara prematur.


Kesedihan sangat jelas terlihat di wajah Yovie saat mengetahui Desi harus di caesar dan melahirkan secara prematur. Namun sayangnya saat berada di meja operasi, nyawa Desi tidak berhasil diselamatkan, dan anak yang dilahirkan Desi pun harus berada di inkubator.

Hari demi hari, Yovie masih pun masih murung. Kesedihan masih sangat jelas di wajah Yovie.
“Sudahlah Yovie, sampai kapan kamu akan begini terus. Ikhlaskan dan relakan Desi. Kamu jaga dan besarkan Mutiara baik-baik, Mama yakin Desi akan bahagia kalau melihat kamu dan Mutiara hidup bahagia,” bujuk mama Yovie.


Yovie hanya diam seribu bahasa mendengar apa yang disampaikan mamanya. Yovie masih dilanda kesedihan. Bayangan kemesraan yang pernah Yovie dan Desi lakukan pun masih teringat jelas.

Hampir tiap hari Yovie selalu pergi ke makam Desi.

“Kenapa kamu pergi begitu cepat Desi. Padahal, aku sangat mencintaimu,” tangis Yovie di depan pusara Desi.

“Aku janji akan membesarkan Mutiara, anak kita dengan baik. Aku ingin kamu melihat, bahwa aku adalah suami terbaik untukmu,”

Tak terasa, waktu begitu cepat, dan kini Mutiara sudah berusia 17 tahun. Di hari ulang tahun Mutiara yang ke 17, Yovie dan Mutiara pun pergi ke makam Desi.

“Lihat sayang, anak kita sudah besar. Aku menjaganya dengan baik. Aku harap kamu bahagia di sana,”ujar Yovie.

“Iya mama, papa selalu aku bujuk untuk menikah lagi, tapi papa tidak mau menikah lagi. Papa ingin selalu menjaga ku,”

“Mutiara, dulu papa pernah berjanji di makam mamamu ini, papa akan menjaga dan membesarkan Mutiara dengan baik. Papa sangat mencintai mamamu, dan papa ingin menjadi suami terbaik buat mamamu. Papa juga berharap kelak kita bisa berkumpul di Suurga Allah,” ucap Yovie

Nb : Cerpen ini terinspirasi dari lagu Kahitna, Suami Terbaik


2 komentar :

  1. menyentuh dan 'always' ttg Kahitna, hehehe...
    bagus mba, uky

    BalasHapus
  2. Kahitna berhasil menginspirasi mbak Uky untuk membuat sebuah cerita yang indah... ^^

    BalasHapus