November 14, 2017
10
Gambar terkait


Sejak duduk di bangku SMP, tidak pernah sedikitpun terbesit dalam benakku untuk bisa melanjutkan pendidikan di SMA Merah Putih.

Dalam benakku, aku hanya ingin membahagiakan ibuku. Aku ingin memberikan yang terbaik buat ibuku. Aku juga ingin menjadi contoh buat adik kesayanganku. Setiap hari aku harus belajar, belajar dan belajar agar aku mendapatkan beasiswa.  

Rupanya ketekunanku belajar setiap hari membuahkan hasil. Sehari sebelum pengumuman kelulusan, aku mendapatkan informasi dari Pak Catur, bahwa aku mendapatkan beasiswa dan bisa melanjutkan sekolah di SMA Merah Putih.

SMA Merah Putih memang salah satu sekolah yang paling favorit di Surabaya. Siswa yang sekolah di SMA Merah Putih termasuk anak orang kaya dan berduit.

Sedangkan aku? Aku dilahirkan dari keluarga yang sederhana.. Ibuku seorang single parent yang  setiap harinya bekerja sebagai seorang karyawan. Saat aku berusia 5 tahun, ayahku sudah berpisah dengan ibuku dan menikah dengan selingkuhannya. Hingga detik ini tidak pernah sekalipun memberiku uang. Jangankan memberiku uang, untuk sekedar menanyakan kabar aku dan adikku pun tak pernah dilakukannya.

Begitu mengetahui aku berhasil masuk di SMA Merah Putih, Dani sahabatku langsung meminta orang tuanya untuk melanjutkan sekolah di SMA Merah Putih. Dani memang tergolong anak orang kaya. Papanya yang seorang pengusaha, langsung menyetujui permintaan Dani untuk bersekolah di SMA Merah Putih.

“Dan, kamu mau masuk SMA Merah Putih juga?” tanyaku
“Iya dong. Aku ingin selalu menemanimu Kristin,” ucap Dani sambil mengodaku.

****

Hari demi hari pun berlalu, tak terasa sudah sebulan aku bersekolah di SMA Merah Putih. Terkadang, rasa tidak percaya bahwa aku bisa sekolah di SMA Merah Putih masih menghinggapi diriku.

 “Kristin, selamat ya, kamu mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di SMA Merah Putih,” ucap Pak Catur Kepala Sekolah saat aku SMP dulu.

“Kamu harus terus meningkatkan prestasimu, biar kamu bisa mendapatkan beasiswa hingga kuliah,” lanjut Pak Catur.

Kata-kata Pak Catur itu selalu terngiang dalam ingatanku hingga kini. Setiap rasa capek dan malas mulai menghingapiku, ucapan Pak Catur kembali terngiang dan memotivasiku untuk semangat belajar.

Persahabatanku dengan Dani kian hari kian akrab. Aku dan Dani tidak hanya satu sekolah, tetapi juga satu kelas. Persahabatan antara aku dan Dani pun terus berlanjut. Setiap berangkat dan pulang sekolah, Dani selalu setia jadi “supir” buatku.

“Kamu kenapa mau antar jemput aku,” tanyaku
“Aku ingin pintar kayak kamu Kris. Aku ingin membahagiakan orang tuaku. Makanya, ajarin aku ya,” pinta Dani.

Setiap pulang sekolah, Dani tak langsung pulang ke rumahnya, Dani selalu belajar bersamaku.

Tanpa disadari, benih-benih cinta antara aku dan Dani pun mulai muncul.

*****
Dalam perjalanan pulang sekolah, Dani sengaja menyalakkan musik di mobilnya dan memutar lagu Andai Dia Tau 

Bilakah dia Tau...
Apa yang tlah terjadi...
Semenjak hari itu hati ini miliknya...
Mungkinkah dia jatuh hati
Seperti apa yang kudamba.

Suara parau Dani ikutan terdengar juga di mobil yang membawaku pulang.

“Suaramu hancur banget deh. Lebih baik kamu ga usah nyanyi,” ledekku.
“Biarin aja,”
Jawaban Dani langsung membuatku terdiam. Aku lupa, kalau aku sedang nebeng di mobil Dani.

“Tumben kamu putar lagunya Kahitna,” tanyaku lagi.
“Gak apa-apa Kris. Lagi pengen aja putar lagunya Kahitna,” jawab Dani dengan grogi.
“Kita mampir makan dulu yuk. Lapar banget nih,” lanjut Dani.
“Oke,” jawabku seolah aku tak punya pilihan lain.

Selama makan siang, Dani pun diam membisu. Aku tak tau apa yang ada dalam pikiran Dani saat itu.

“Tumben kamu jadi pendiam,” tanyaku.

“Aku sayang kamu Kristin,” ungkap Dani sambil mengenggam tanganku.

“Kita masih SMA Dani. Kamu tahu kan, aku ingin membahagiakan ibuku. Kasihan ibuku. Sejak aku kecil, ibuku selalu bekerja siang dan malam demi masa depan aku dan adikku. Aku hanya ingin fokus belajar saat ini,” ucapku sambil melepaskan gengaman tangan Dani.

“Aku hormati keputusanmu Kris, tapi aku harap persahabatan kita jangan sampai putus ya. Aku akan menunggumu sampai kapanpun,” janji Dani.

 “Oke, kita berteman seperti biasa ya,” ucapku sambil melanjutkan makan siang.
“Siap nona cantik,” ledek Dani.

Seolah tak pernah terjadi pembicaraan serius diantara kami berdua, Dani pun masih bersikap seperti biasanya. Dani masih menjadi sosok cowok yang riang, baik, dan penolong. Bahkan, Dani masih dengan setia mengantar jemput aku setiap hari.

*****
Kuakui Dani tidak hanya baik kepadaku. Tapi dia juga baik ke semua teman. Dani memang sosok cowok yang sempurna. Tidak hanya dimataku saja, tapi hampir semua cewek di SMA Merah Putih menganggumi dan jatuh cinta dengan Dani.

“Kris, kamu kan dekat dengan Dani, aku minta tolong dong,” pinta Nilna.
“Apaan Nilna,” tanyaku singkat.
“Kamu pasti tahu saat ini Dani sudah punya cewek apa belum?,”
“Aku jatuh cinta sama Dani,”

Jawaban Nilna membuatku langsung tersontak kaget. Bukan karena rasa cemburu menghinggapi hatiku. Tapi rasa tak percaya. Nilna, sosok cewek yang aku kenal sangat pendiam dan tertutup ternyata jatuh hati sama Dani. 
“Apa yang bisa aku bantu,” tanyaku sambil berusaha menutupi rasa kaget.
“Tolong berikan surat ini ke Dani,” ujar Nilna sambil menyerahkan sepucuk surat ke tanganku.

Sesampainya di rumah, Aku pun langsung memberikan surat Nilna kepada Dani.
“Nih, ada surat buatmu,” ucapku singkat.
“Dari siapa,” tanya Dani.
“Sudah baca aja,” perintahku.

Seolah tak ingin membuatku marah dan kecewa, akhirnya Dani mengambil juga sepucuk surat yang aku pegang. Dani langsung membaca surat dari Nilna.

“Kamu kan tau jawabannya. Aku sayang kamu. Aku tidak mau pacaran dengan siapapun. Rasa sayangku hanya untukmu Kris. Aku harap kamu mengerti,” jawab Dani.  



**** Bersambung *****

10 komentar:

  1. Salut sudah diposting jam segini. Jadi penyemangat 👍👍👍

    BalasHapus
  2. Salut sudah diposting jam segini. Jadi penyemangat 👍👍👍

    BalasHapus
  3. Wah cerbung tentang kids jaman naoh yah kak...

    BalasHapus
  4. Kahitna nyempil juga. Hahaha. Mantap mbak Uky...

    BalasHapus
  5. Itu lagu jaman old kenapa nyempil

    BalasHapus
  6. Cerita yang manis, ditunggu lanjutannya ^^

    BalasHapus
  7. Ditunggu kelanjutan kisahnya mba Uki. Kahitnanya tetap ada ya 😊

    BalasHapus