SOCIAL MEDIA

Jumat, 03 November 2017

Hijrah ke Lombok, Cupi Darmayatri Terjuni Bisnis Mutiara






Awalnya merasa tak sengaja terjun ke dunia bisnis namun kini Cupi Darmayatri mulai menikmati profesi barunya sebagai bussiness woman. Hal tersebut tentu saja benar adanya. Betapa tidak, sebelum memutuskan berbisnis, Cupi berprofesi sebagai pegawai di salah satu perusahaan ternama yang ada di Jakarta. “Ini bidang yang baru bagi saya” ujarnya.
           
Bisnis ini bagi Cupi sebenarnya suatu ketidaksengajaan.  Awalnya Cupi hanya memanfaatkan waktu luang dengan berjalan-jalan ke daerah pengrajin mutiara di Lombok. Dari situlah Cupi melihat adanya peluang  untuk berbisnis mutiara.

Debut awal Cupi sebagai bussinness woman bermula di tahun 2011. Saat ia melihat keindahan mutiara, Cupi langsung jatuh hati dan memutuskan untuk mencoba berbisnis di bidang mutiara. “Passion saya di bidang fashion terutama perhiasan. Karena itu bisnis mutiara ini merupakan bisnis pertama saya. Apalagi, Lombok adalah salah satu penghasil mutiara terutama mutiara lautnya yg terkenal dengan nama mutiara laut selatan atau south sea pearl, dan saya melihat adannya peluang bisnis yang sangat,” ujar wanita yang tinggal di kawasan Perumahan Panji Pesona Mataram.

Dalam mengeluti bisnis perhiasan, rupanya Cupi menggunakan berbagai media sosial seperti website, instagram, facebook dan fanpage untuk penjualan online nya. Hasilnya kini Cupi memiliki customer yang sudah tersebar di 20 propinsi dan kabupatennya. “ Untuk resseler saya sendiri sudah dari berbagai daerah antara lain Jakarta dan sekitarnya, Yogya, Surabaya Bali, Papua, Batam, Sumatera, Sulawesi,” lanjutnya

Ibu 2 orang anak ini tidak hanya menjual perhiasan mutiara yang dibalut dengan emas, perak, rhodium dan stainless, saya juga merangkai perhiasan mutiara sendiri, yang saya kelompokkan dalam kategori exclusive jewellery, sehingga tidak pasaran.  Bahkan agar desain perhiasan yang dibuatnya tidak ketinggalan jaman, Cupi selalu update pengetahuannya dari website jewellery luar negeri, memantau setiap fashiom show. “Saat ini yang paling banyak diminati yakni bros dan perhiasan dari rhodium dan mutiara yang saya rangkai sendiri” tutur pemilik fanpage tasya pearls & jewellery.

Cupi merasa bangga dan senang apabila customernya menyukai dengan perhiasan yang dijualnya. Sebab niatnya menjual bukan hanya sekedar mencari untung tetapi untuk membantu orang lain, membantu memilihkan perhiasan yang cocok, membantu para reseller supaya bisa terus berkembang. “Kalau dukanya sih, jika masih ada yang meragukan keaslian mutiara yang saya jual, karena sekarang banyak yang jual mutiara palsu tetapi diakuinya sebagai mutiara asli. InsyaAllah saya akan menjaga kepercayaan konsumen, dan hanya menjual mutiara yang asli,” ungkapnya.

Keberhasilan dan kesuksesan Cupi menjadi seorang bussiness woman di bidang perhiasan ini tidak lepas dari peran serta suami. Bahkan suaminya Muh. Ichwan juga selalu memberikan ide untuk pengembangan bisnisnya. “Selain suami, saya juga selalui disupport oleh mba Dini Waluyati, penulis buku Mompreneur Sukses. Setelah baca bukunya, belum seminggu, saya praktekkan yang ada di buku, Alhamdulillah omset langsung naik 50%. Dan saya baru menyadari bahwa memiliki mentor dan komunitas yang sejalan dengan kita itu menyenangkan. Bisa saling support, menyemangati di saat lagi down, bisa memberi inspirasi di saat ga ada ide untuk pengembangan bisnis. Dan ternyata sukses bareng itu lebih membahagiakan dibanding sukses sendiri,” bebernya.



Tidak ada komentar :

Posting Komentar