Ingin Edukasi Anak Bangsa di Bidang Teknologi, William Sutrisna Dirikan KodeKita - Sang Mentari

Breaking

Sang Mentari

Personal & Life Style Blog

Conected

test banner

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Rabu, 01 November 2017

Ingin Edukasi Anak Bangsa di Bidang Teknologi, William Sutrisna Dirikan KodeKita





 Muda berprestasi. Di usianya yang baru menginjak 25 tahun, William Sutrisna sudah mampu meraih sejumlah penghargaan yang prestisius. Terakhir, pengusaha muda kelahiran 12 Agustus 1992 ini dinobatkan sebagai researcher terbaik di National Convention of Information Processing pada tahun 2016. Penghargaan itu diterima William berkat risetnya di bidang Computer Vision.

Putra pasangan Wawan Sutrisna dan Ellies Sutrisna ini sejak kecil mempunyai hobi bermain game. Hobi tersebutlah yang membuat William memutuskan untuk terjun sebagai Game Programming.

Selepas lulus di bangku SMA, William mengambil kelas programming di Indonesia. Tetapi, saat itu William tidak menyukainya. Metode pengajarannya yang membosankan dan belajar programming yang tidak sesuai seperti yang di harapkannya. “Waktu itu saya mengharapkan programming bisa lebih mudah dan lebih berwarna-warni, ternyata waktu saya belajar hanya penuh dengan mengetik tulisan-tulisan yang tidak saya mengerti,” ujar William.

Akhirnya di tahun 2010 William memilih untuk pergi ke Jepang. Alasan William melanjutkan pendidikannya di Jepang karena game yang disukainya itu dibuat di negara Jepang.

Sebelum melanjutkan pendidikan di bidang Game Progamming, William belajar bahasa Jepang. Lulus dari sekolah bahasa Jepang, William masuk ke Nihon Kogakuin dan mengambil jurusan Game Programming. “Saat itu saya diajarkan konsep-konsep programming melalui pembuatan game. Belajar programming melalui pembuatan game jauh lebih menyenangkan, karena adanya feedback visual, dimana saat saya menulis kode dan menjalankannya, akan ada gambar yang bergerak. Saya mulai mencoba membuat berbagai macam jenis game, dan disitu juga kemampuan programming saya meningkat,” beber William.  

Dari situlah akhirnya William menemukan bakat dan minatnya di dunia programming. William berhasil menciptakan lebih dari 20 games untuk beberapa platform seperti Android, iOS, Nintendo DS, dan PC.


Berkat portfolio William tersebut, akhirnya William diterima untuk bekerja di Touchten, salah satu perusahaan game pertama dan terbesar di Indonesia. Saat menghabiskan masa liburan musim seminya di Indonesia William bekerja di Touchten dan meneruskan bekerja secara remote saat kembali ke Jepang.

Lulus dari Nihon Kogakuin, William melanjutkan pendidikannya di Tokyo University of Technology untuk memperdalam kemampuan programming dan menekuni bidang Computer Vision dan Image Processing, sebuah teknologi yang digunakan oleh Google, Amazon untuk mengembangkan Self-driving cars, drones, dan lainnya. “Dari situlah saya mendapatkan penghargaan sebagai researcher terbaik di National Convention of Information Processing di tahun 2016,” kenang William.

Setelah menyelesaikan pendidikannya di Tokyo University of Technology, William dihadapkan pada dua pilihan. Pilihan pertama William yakni bekerja di Jepang dengan gaji yang relatif tinggi, lingkungan yang praktis, aman, serba ada, dan kehidupan finasialnya terjamin. Sedangkan pilihan keduanya William bekerja dan kembali ke Indonesia, dengan Ekosistem Perusahaan Rintisan yang masih sangat minim, akses ke Sumber Daya Manusia yang mengerti teknologi masih relatif sedikit dibandingkan negara-negara  lainnya seperti Singapura, dan Amerika Serikat.

Dari situ William melihat adanya peluang untuk bisa berkontribusi. William ingin mengaplikasikan seluruh pengetahuan yang didapatkannya untuk membantu menyelesaikan masalah.

“Saya akhirnya memutuskan membangun KodeKita yang bertujuan untuk memberi edukasi pada anak-anak. Saya percaya bahwa anak-anak adalah masa depan dari bangsa. Kedepannya saya juga ingin untuk membangun sebuah startup (perusahaan rintisan) yang bisa menyelesaikan masalah-masalah di Indonesia dan bisa bermanfaat bagi orang banyak melalui teknologi,”


KodeKita sebelumnya bernama Gamovate yang telah mengajarkan ratusan anak paling kecil berusia 8 tahun untuk membuat game, dan mempublikasikannya melalui Google Play Store dengan tingkat keberhasilan 100%.


Dalam mendirikan KodeKita, William melihat banyaknya anak-anak di Indonesia yang dimanfaatkan oleh teknologi melalui kecanduan gadget entah itu media sosial atau game, dan kebanyakan menganggap itu adalah hal yang wajar di abad ke-21 ini. Padahal apabila gadget digunakan terlalu banyak, itu mengakibatkan efek negatif kepada penggunanya, apalagi terhadap anak-anak. Melalui KodeKita saya ingin meng-edukasi anak-anak agar bisa memanfaatkan teknologi secara lebih positif.

“Alasan kedua berdirinya KodeKita adalah untuk merealisasikan visi saya yakni untuk mengedukasi seluruh anak-anak di Indonesia agar bisa menggunakan teknologi dengan lebih baik, bisa menciptakan nilai tambah melalui teknologi, sehingga kedepannya bisa memajukan bangsa dan bermanfaat bagi orang lain melalui teknologi,”.

Meski berdirinya KodeKita masih terbilang baru, namun KodeKita sudah berhasil membimbing ratusan anak untuk membuat game sendiri dan mempublikasikannya ke Google Play Store, dan KodeKita masih berusaha untuk meningkatkan kualitas materi dan metode pengajaran sehingga menjadi lebih menarik dan mudah dimengerti untuk anak-anak.

Apabila anak-anak menyukai materinya, rasa ingin tahu mereka akan bertambah sehingga proses belajar akan menjadi efektif, dan saat ini yang menjadi tantangan KodeKita adalah bagaimana caranya untuk mengajarkan anak­-anak mengenai konsep programing yang relatif sulit tidak hanya untuk anak-anak, tetapi juga untuk orang dewasa.

“Peran KodeKita adalah untuk mempersiapkan anak-anak untuk bisa siap di era digital yang penuh dengan perubahan dan semakin kompetitif ini,”.

Kesuksesan William tidak hanya di bidang Teknologi, namun William termasuk salah satu atlet Ice Skating Indonesia yang pernah meraih juara nasional di tahun 2014, dan 2017. Keberhasilan William meraih juara nasional, membuat William terpilih untuk mewakili Indonesia dalam ajang kejuaraan Asian Winter Games dan South East Asian (SEA) Games pada tahun 2017.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here