SOCIAL MEDIA

Selasa, 07 November 2017

Rokhima Ika Wulandari Berbisnis karena faktor Kepepet




Istilah the power of kepepet rupanya berlaku bagi Rokhima Ika Wulandari. Bagaimana tidak? Rokhima terjun ke dunia bisnis lantaran faktor kepepet. Rokhima dan sang suami yang awalnya berprofesi sebagai seorang guru swasta, merasa gajinya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sehingga di awal menikah tahun 2011, mencari usaha sampingan untuk menambah jalur rejeki.

“Awalnya kami mencoba jualan craft yang terbuat dari flanel dan sampai kami menjual alat dan bahan kerajinan karena lokasi kami deket sekolah. Ditengah perjalanan kami menyadari flanel craft itu bisnis musiman kami pun mulai menjalani bisnis jasa desain dan percetakan,” ujar istri dari Ary Prasetyo.

Keputusan Rokhima untuk lebih fokus di percetakan, lantaran sang  suami pernah mengenyam pendidikan di jurusan desain komunikasi visual. Untuk itu, Rokhima lebih memberanikan diri memulai bisnis percetakan dan dia membagi tugas dengan sang suami. “Saat itu, saya bagi tugas dengan suami. Suami saya di bagian desain dan saya di bagia marketing. Untuk proses produksi, kami saling bantu. Kami pun fokus di bidang desain dan printing,” ujarnya.

Perjalanan bisnis Rokhima ternyata tidak semulus yang diperkirakan. Bisnis desain dan percetakannya yang dirintisnya tersebut mengalami jalan berliku dan jatuh bangun. “Untuk saat ini saya masih kekurangan SDM. Saat ini saya sedang mencari yang pas biar bisnis saya lebih berkembang. Kalo semua dikerjakan sendiri itu bukan bisnis, yang ada malah capek sendiri,” beber wanita kelahiran 15 Februari 1986 ini.

Meskipun begitu, Rokhima tetap semangat menerjuni bisnis percetakan. Terlebih lagi, kini Rokhima mendapat dukungan penuh dari suami dan keluarganya. “ Suami support banget nih bisnis kita berdua. Kalo dari ortu sih alhamdulillah support banget. Awalnya mereka gak percaya dg bisnis ini. Tapi melihat kita berkembang mereka malah mendukung dan akhirny merestui saya resign dari kerjaan,” lanjutnya.                         

Tidak hanya support dari keluarga, Rokhima juga mendapat dukungan dari temannya dan teman suaminya dari dunia percetakkan juga mendukung bisnisnya. Bahkan, seringkali, Rokhima bersinergi dengan mereka. “Tantangan terbesar saya adalah bagaimana saya membranding diri agar orang bisa langsung percaya dan mengakui keberadaan saya sehingga orderan semakin banyak,” ungkapnya. 

Tidak ada komentar :

Posting Komentar