SOCIAL MEDIA

Rabu, 27 Desember 2017

Kenyamanan, Prioritas Utama dalam Memilih Jilbab

Hasil gambar untuk bahan jilbab syar'i

Dalam mengenakan busana, terkadang kita merasa tidak nyaman. Padahal kenyamanan adalah salah satu faktor terpenting dalam berbusana. Termasuk juga bagi wanita yang menggenakan hijab, model dan motif pun juga menjadi perhatian.
Salah satu hal terpenting dalam kenyamanan seseorang dalam menggenakan hijab adalah dari segi bahan. Sebab, bahan dari hijab tersebut akan mempengaruhi aktivitas wanita muslimah baik saat beraktivitas di dalam rumah maupun di luar rumah.
Karena itu, sebaiknya sebagai seorang wanita, kita harus pandai dalam memilih dan memperhatikan bahan jilbab yang akan digunakan.
Memilih bahan jilbab, jangan mengutamakan trend. Apabila hanya mengikuti trend, namun bahan yang digunakan tidak cocok, maka kenyamanan tidak akan kita dapatkan.

Lalu, bagaimana cara memilih bahan yang tepat untuk hijab syari?
Bahan jersey

Mendengar namanya, tentu sudah bukan hal asing lagi. Sebab bahan ini merupakan bahan yang umum digunakan untuk pembuatan jilbab syar’i.
Sifatnya yang yang lembut, adem, dan tebal serta jatuh, membuat bahan jersey juga mudah dalam perawatannya serta tidak mudah kusut.

Warna-warna yang tersedia juga beragam mulai dari bahan jersey polos, warna cerah, warna gelap, serta bahan jersey motif bunga atau polkadot.

Bahan sifon

Bahan sifon memiliki karakteristik yang tipis dan agak licin. Banyak para produsen yang menjadikan bahan sifon ini untuk membuat  jilbab syar'i model bergo ataupun pashmina.

Bahannya yang ringan membuat wanita muslimah tidak merasa berat saat memakainya. Untuk menghindari kesan menerawang, maka biasanya jilbab syar’i bahan sifon dibuat two layer atau double layer.

Bahan sifon ini agak panas jika digunakan saat siang hari. Untuk mengurangi rasa panas di kepala, sebaiknya gunakan inner atau ciput bahan kaos sebelum menggunakan jilbab syar’i sifon.

Bahan kaos

Bahan kaos sering juga digunakan untuk membuat jilba syar’i. Kelebihan bahan kaos ini sangat nyaman saat digunakan, apalagi jika digunakan sebagai jilbab. Sebab, bahan kaos ini mudah menyerap keringat dan memiliki pori-pori yang besar, sehingga rambut dan kulit kepala tidak mudah lembab.

Bahan kaos mudah sekali mengendur dan melar. Untuk itu perlu berhati-hati dalam perawatannya. Harganya yang terjangkau membuat jilbab syar’i bahan kaos banyak diminati di pasaran.

Bahan ceruti

Bahan ceruti merupakan bahan kain yang mirip seperti bahan sifon dengan ciri khas tipis. Bahan ceruti lebih lembut dan mudah dibentuk.

Variasi warna dari bahan ini juga beragam. Permukaan dari bahan ceruti terdapat bintik-bintik kecil seperti kulit jeruk tetapi halus. Jika dipakai, bahan ceruti terasa jatuh dan sedikit elastis. Hampir sama seperti sifon, karena tipis sebaiknya gunakan inner sebelum memakai jilbab syar’i bahan ceruti.

Bahan spandek

Bahan spandek juga sering digunakan sebagai bahan untuk membuat jilbab syar’i. Kelebihan dari bahan ini adalah sifatnya yang elastis, dingin, dan memiliki daya serap yang tinggi serta tidak menerawang. Beberapa kelebihan tersebut membuat bahan spandek sangat cocok digunakan untuk segala aktivitas sehari-hari. Namun bahan spandek ini sangat mudah melar jika tak dicuci dengan benar.


Itulah beberapa pilihan bahan yang tepat untuk jilbab syari yang nyaman digunakan. Dengan berbagai macam karakteristik bahan kain, kita harus bisa memilih bahan yang tepat untuk jilbab syar’i. Berjilbab bukan hanya sekedar model saja yang diperhatikan, namun kualitas dari bahan jilbab tersebut juga harus nyaman saat digunakan.




2 komentar :

  1. Kalau aku lebih suka pake bubble crepe mbak uky. Hehe

    BalasHapus
  2. saya suka pakai bhan kaos, bubble crepe, saya lupa ada beberapa bahan yg saya gunakan untul berhijab. Intonya bahan tidak menerawang, adem, mudah di gosok, yang pasti bikin saya nyaman

    BalasHapus