Kereta Api, Alat Transportasi Sejuta Umat - Sang Mentari

Breaking

Sang Mentari

Personal & Life Style Blog

Conected

test banner

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Minggu, 24 Desember 2017

Kereta Api, Alat Transportasi Sejuta Umat


 

Naik Kereta Api
Tut... Tut... Tut...
Siapa hendak turut
Ke Bandung Surabaya


Siapa sih yang gak mengetahui alat transportasi kereta api. Segala usia, baik tua maupun muda juga sudah mengetahui alat transportasi kereta api. Tidak hanya dari segi usia, kereta api juga diminati dari berbagai kalangan, baik itu kalangan bawah maupun kalangan atas. Tak mengherankan kalau kereta api itu termasuk alat transportasi sejuta umat.

Dulu aku termasuk paling anti kalau suruh naik kereta api. Bukan karena gengsi atau yang lain, melainkan karena trauma.

Ya Trauma, saat perjalanan menuju ke Jakarta waktu itu tas ku hampir kena jambret. Untung saja ada teman yang dengan sikap menarik tasku. Apalalagi saat itu kondisi kereta api benar-benar tidak patut untuk diacungi jempol. Banyak pengamen, pedagang asongan bebas masuk berkeliaran di kereta ekonomi. Bahkan, saat naik kereta, jadwal kedatangannya pun bisa molor berjam-jam.

Alhasil sejak trauma itu, tiap kali aku ke Jakarta ataupun ke Surabaya terpaksa menggunakan pesawat.

Rupanya Allah berkata lain, saat aku berpisah dengan sang mantan dan harus sering menengok anak, kereta api yang akhirnya menjadi pilihanku. Karena harganya yang cukup murah buat aku sebagai seorang single mom.

Pertama kali naik kereta api, aku tidak berani sendirian. Aku minta ditemani temanku. Temanku aku suruh jemput ke Jakarta, dan balik ke Surabaya bersama.

Dari situlah aku baru tau kalau sekarang kondisi kereta api sudah sangat jauh berubah. Kini kereta api kelas ekonomi pun setara dengan kelas eksekutif. Tidak ada pedagang asongan yang boleh masuk, semua sudah mendapatkan tempat duduk, dan kini sudah ada AC nya. Bahkan yang terpenting, jam kedatangan tidak terlalu lama terlambatnya, seringkali on time.

Kenyamanan yang aku dapat saat naik kereta api saat itu, tentu saja membuatku kini tidak mengalami trauma lagi. Aku berharap, kereta api terus berkembang maju untuk kepuasan konsumen.
 Hasil gambar untuk kereta api
Nah, itu sekelumit ceritaku soal pengalaman naik kereta api. Lalu apa sih sebenarnya kereta api itu?

Kereta api didefinisikan sebagai sarana transportasi berupa kendaraan dengan tenaga gerak, baik berjalan sendiri maupun dirangkaikan dengan kendaraan lainnya, yang akan ataupun sedang bergerak di rel.
Sehingga kereta api hanya dapat bergerak/berjalan pada lintasan/jaringan rel yang sesuai dengan peruntukannya, dan ini menjadi keunggulannya karena tidak terganggu dengan lalu lintas lainnya, tetapi dilain pihak menjadikan kereta api menjadi angkutan yang tidak fleksibel karena jaringannya terbatas.


Kereta api merupakan angkutan yang efisien untuk jumlah penumpang yang tinggi sehingga sangat cocok untuk angkutan massal kereta api perkotaan pada koridor yang padat, tetapi juga digunakan untuk angkutan penumpang jarak menengah sampai dengan 3 atau 4 jam perjalanan ataupun untuk angkutan barang dalam jumlah yang besar dalam bentuk curah, seperti untuk angkutan batu bara.
Karena sifatnya sebagai angkutan massal efektif, beberapa negara berusaha memanfaatkannya secara maksimal sebagai alat transportasi utama angkutan darat baik di dalam kota, antarkota, maupun antarnegara.

Ada berbagai jenis kereta api yang dirancang untuk tujuan tertentu. Kereta api bisa terdiri dari kombinasi satu atau lebih dari lokomotif dan gerbong kereta terpasang, atau beberapa unit yang digerakkan sendiri (atau kadang-kadang pelatih bertenaga tunggal atau diartikulasikan, disebut sebuah kereta mobil).
 
Kereta pertama dengan bentuk ditarik menggunakan tali, gravitasi bertenaga atau ditarik oleh kuda. Dari awal abad ke-19 hampir semuanya didukung oleh lokomotif uap. Dari tahun 1910-an dan seterusnya lokomotif uap mulai digantikan oleh kurang dan bersih (tetapi lebih kompleks dan mahal) lokomotif diesel dan lokomotif listrik, sementara pada waktu yang sama beberapa kendaraan unit yang digerakkan sendiri baik sistem tenaga menjadi jauh lebih umum dalam pelayanan penumpang.

Sejarah kereta api sama seperti sejarah alat transportasi lainnya yang diawali dengan penemuan roda. Mulanya dikenal kereta kuda yang hanya terdiri dari satu kereta (rangkaian), kemudian dibuatlah kereta kuda yang menarik lebih dari satu rangkaian serta berjalan di jalur tertentu yang terbuat dari besi (rel) dan dinamakan sepur.

Ini digunakan khususnya di daerah pertambangan tempat terdapat lori yang dirangkaikan dan ditarik dengan tenaga kuda.

Setelah James Watt menemukan mesin uap, Nicolas Cugnot membuat kendaraan beroda tiga berbahan bakar uap. Orang-orang menyebut kendaraan itu sebagai kuda besi. Richard Trevithick membuat mesin lokomotif yang dirangkaikan dengan kereta dan memanfaatkannya pada pertunjukan di depan masyarakat umum. 

George Stephenson menyempurnakan lokomotif yang memenangi perlombaan balap lokomotif dan digunakan di jalur Liverpool- Manchester. Waktu itu lokomotif uap yang digunakan berkonstruksi belalang. Penyempurnaan demi penyempurnaan dilakukan untuk mendapatkan lokomotif uap yang lebih efektif, berdaya besar, dan mampu menarik kereta lebih banyak.

Penemuan listrik oleh Michael Faraday membuat beberapa penemuan peralatan listrik yang diikuti penemuan motor listrik. Motor listrik kemudian digunakan untuk membuat trem listrik yang merupakan cikal bakal kereta api listrik.

Rudolf Diesel memunculkan kereta api bermesin diesel yang lebih bertenaga dan lebih efisien dibandingkan dengan lokomotif uap.

Seiring dengan berkembangnya teknologi kelistrikan dan magnet yang lebih maju, dibuatlah kereta api magnet memiliki kecepatan di atas kecepatan kereta api biasa. Jepang dalam waktu dekade 1960-an mengoperasikan KA Super Ekspress Shinkanzen dengan rute Tokyo-Osaka yang akhirnya dikembangkan lagi sehingga menjangkau hampir seluruh Jepang. Kemudian Perancis mengoperasikan kereta api serupa dengan nama TGV.

Nah, dari sejarah kereta api tersebut, kini di Indonesia sudah ada bermacam-macam jenis kereta api.
Hasil gambar untuk kereta api rel konvensional
Kereta Api Rel Konvensional
Kereta api rel konvensional adalah kereta api yang biasa kita jumpai. Menggunakan rel yang terdiri dari dua batang baja yang diletakkan di bantalan kayu jati yang keras. Di daerah tertentu yang memliki tingkat ketinggian curam, digunakan rel bergerigi yang diletakkan di tengah tengah rel tersebut serta menggunakan lokomotif khusus yang memiliki roda gigi, dan hanya ada di pulau Sumatera dan Jawa
 Hasil gambar untuk kereta api monorel
Kereta api monorel
Kereta Api Monorel (kereta api rel tunggal) adalah kereta api yang jalurnya tidak seperti jalur kereta yang biasa dijumpai. Rel kereta ini hanya terdiri dari satu batang besi. Letak kereta api didesain menggantung pada rel atau di atas rel. Karena efisien, biasanya digunakan sebagai alat transportasi kota khususnya di kota-kota metropolitan dunia dan dirancang mirip seperti jalan layang.

Kereta api permukaan (surface)
Kereta api permukaan berjalan di atas tanah. Biaya pembangunannya untuk kereta permukaan adalah yang termurah dibandingkan yang di bawah tanah atau yang layang.
 Hasil gambar untuk kereta api layang
Kereta api layang (elevated/viaduct)

Kereta api layang berjalan di atas dengan bantuan tiang-tiang, hal ini untuk menghindari persilangan sebidang, agar tidak memerlukan pintu perlintasan kereta api. Biaya yang dikeluarkan sekitar 3 kali dari kereta permukaan dengan jarak yang sama.

Di Jakarta ada satu lintasan dari Manggarai ke Kota lewat stasiun Gambir. Pada lintas tengah ini, Manggarai - Kota, tidak ada pintu perlintasan kereta api. Rencana semula untuk lintas timur (Jatinegara - Senen - Kota) dan lintas barat (Manggarai - Tanah Abang), juga akan dilayangkan, namun belum dapat direalisasikan, sehingga hanya lintas tengah saja yang diselesaikan sementara ini.


Kereta api bawah tanah
Kereta api bawah tanah adalah kereta api yang berjalan di bawah permukaan tanah. Disebut pula Subway, Underground, Metro dan MRT.
 Kereta jenis ini dibangun dengan membangun terowongan-terowongan di bawah tanah sebagai jalur kereta api. Biasanya digunakan pada kota-kota besar (metropolitan) seperti New York, Tokyo, Paris, Seoul, Moskwa, dan Jakarta (dalam tahap pembangunan).
Selain itu ia juga digunakan dalam skala lebih kecil pada daerah pertambangan. Biaya yang dikeluarkan sangat mahal, karena untuk menembus 20 meter di bawah permukaan perlu biaya 7 kali lipat daripada kereta permukaan. Di Jepang pembangunan lintas subway telah dimulai sejak tahun 1905. Di Jakarta sendiri pembangunan kereta bawah tanah (MRT) baru dimulai pada 2013 dan rencananya akan selesai 2018.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here