SOCIAL MEDIA

Senin, 11 Desember 2017

Menikah dan Karir, Resolusiku di Tahun 2018

Hasil gambar untuk menikah

Tak terasa waktu begitu cepat berlalu, kini sudah menginjak pertengahan Desember 2017. Padahal, rasanya, aku baru saja mengganti kalender 2017 dan saat ini mau berganti menjadi kalender 2018.

Perjalanan di tahun 2017 tentu saja meninggalkan cerita yang beragam. Ada sedih, bahagia, air mata dan senyuman mengiringi perjalanan kehidupan tahun 2017. Meskipun begitu, aku tetap bersyukur apa yang sudah terjadi di tahun 2017.

Meski apa yang aku cita-citakan di tahun 2017 belum tercapai, namun aku bersyukur, dan tetap optimis di tahun 2018. Rencana dan keinginan yang sudah aku harapkan sejak di tahun 2016, namun belum juga terkabul di tahun 2017.

Aku tetap yakin dan optimis apa yang aku inginkan akan tercapai. Aku yakin Allah masih mengujiku dan masih menyiapkan sesuatu yang indah untukku.

Resolusiku di tahun 2017 adalah menikah. Ya aku ingin menikah kembali sejak sang mantan suami menelantarkan aku dan anakku. Di tahun 2016, sang mantan menelantarkanku dan anak. Apalagi saat itu sang mantan lebih memilih si “pelakor” itu dibanding anaknya.

Hingga detik ini, sang mantan juga tidak memberi nafkah untuk anak. Jangankan memberi nafkah, menghubungi anak untuk sekedar menanyakan kabarnya pun tak di lakukan. Terkadang  kalau mengingat hal itu, sedih rasanya hati ini. Aku tidak ingin berlarut-larut dalam kesedihan. Aku harus kuat demi jagoanku.  

Alasanku ingin menikah kembali cukup simple. Aku ingin memberikan figur seorang ayah buat anakku yang masih berusia 7 tahun. Namun, Allah belum berkehendak. Allah masih menyiapkan sosok ayah buat anakku jauh lebih baik di banding mantan.

Aku tetap akan berikhtiar dan berusaha untuk menemukan jodohku kembali.

Keinginan menikah lagi ini sudah ada di dalam keinginanku di tahun 2016. Namun hingga detik ini aku masih belum mendapatkan sosok pria yang mau menerima aku dan jagoanku.

Awalnya bagiku menikah cukup sekali dalam seumur hidup. Namun, semenjak pelakor itu hadir dalam kehidupan kami, semuanya berantakan. Kini, saat aku memutuskan untuk menikah kedua kalinya, aku harus jauh lebih selektif. Menikah bukan hanya sekedar mengatakan kata cinta. Namun lebih dari ikatan sakral antara dua insan. Saling melengkapi, saling percaya dan mau menerima kekurangan dan kelebihan pasangan masing-masing. Apalagi kini aku mempunyai seorang anak yang juga membutuhkan biaya, kasih sayang dan perhatian dariku.

Menjaga kesetiaan dan kepercayaan itu juga hal yang utama bagiku untuk mencari seorang suami. Bukan ego yang diutamakan. Bukan saat senang aja mau menerima, tapi juga saling menerima saat dalam keadaan susah. Susah senang dalam menjalani biduk rumah tangga harus dilakukan berdua.

Tidak hanya itu saja, sosok suami yang bertanggung jawab dan sayang ke aku dan anak, itu juga yang menjadi pertimbangan bagiku untuk mencari seorang suami. Aku ingin dan berharap agar calon suamiku mau menerima aku dan anakku apa adanya, bukan ada apanya.

Selain menikah, resolusi kedua di tahun 2018 adalah dari segi karir. Aku ingin karirku sebagai seorang dosen meningkat. Di tahun 2017, aku baru mendapatkan NIDN (Nomer Induk Dosen Nasional), dan di tahun 2018 ini aku berharap bisa mendapatkan jabatan fungsional, sehingga di tahun 2019, aku bisa mempersiapkan untuk mengajukan sertifikasi dosen.  Mohon doanya ya teman-teman.

Tidak hanya mendapatkan jabatan fungsional, aku berharap aku juga bisa menjadi dosen di sebuah Universitas yang ternama di Surabaya, sehingga saat anakku duduk di bangku perguruan tinggi, aku sudah tidak pusing dan bingung anakku akan kuliah.

Kenapa di Surabaya? Alasannya simpel. Aku ingin berkumpul sama anakku. Selama ini aku dan anakku terpisah jarak antara Jakarta dan Surabaya.

Agar resolusiku tercapai, aku akan melakukan beberapa hal, antara lain :
1.           Banyak belajar dari Pengalaman
Pengalaman adalah guru yang paling berharga. Kegagalan yang pernah aku alami, membuat aku harus antisipasi agar tidak terulang kembali.
2.           Fokus terhadap apa yang dikerjakan
Hal ini tidak hanya soal masalah pekerjaan, tetapi dalam segala hal agar bisa fokus. Salah satunya tidak perlu mendenngarkan suara sumbang orang-orang sekitar. Apa yang mereka katakan, tidak perlu direspon. Cukup diri ini memperbaikinya, tak perlu dijelaskan, hanya akan terjadi perdebatan dan saling menyindir. Lebih baik, mantap untuk melakukan hal-hal positif.
3.           Berdoa
Allah maha segalanya. Pastinya akan mendengar doa kita. Jika belum dikabulkan, terus dan tetaplah berdoa. Karena doa mampu mengubah harapan jadi nyata.
4.           Berusaha
Tidak hanya berdoa, berusaha tentu sudah jadi pasti. Dari usaha tak sedikit rintangan, tapi kita wajib melakukannya. Dan yakin pasti bisa. Karena mimpi tak akan terwujud tanpa adanya usaha. Jangan kecewa juga kalau usaha gagal, yang wajib kita lakukan adalah terus mencobanya tanpa henti.

Semoga kita bisa mewujudkan harapan di tahun 2018. Memang tidak mudah, tetapi akan terwujud selama kita terus berusaha dan semangat.


#onedayonepost
#resolusi2018
#nonfiksi

12 komentar :

  1. Mbak Uky wonder women
    Moga semua resolusinya dapat tercapai ya mbak, terlebih untuk bisa berkumpul dengan anak

    BalasHapus
  2. Semoga harapannya bisa terwujud ya Mba Uky. Insya Allah dihadiahkan jodoh yang sesuai diharapkan. Aamiin aamiin ya Allah.☺

    BalasHapus
  3. Mb Uky, Bu Dosen strong
    smga tercapai semua resolusi di 2018

    BalasHapus
  4. Semoga doa mbak Uky segera dikabulkan oleh Allah. Aamiin. S3mangat ya mbak ^^

    BalasHapus
  5. semoga Allah mengijabahi doa-doa mbak uky

    BalasHapus
  6. Mbak uky,, mantab djiwa. Sy bantu doa dr jauh ya mbak.

    BalasHapus
  7. Keren resolusinya. Semoga segera mendapat pendamping hidup sekaligus figur ayah terbaik untuk anak mbak. Dimasa-masa usia 0-12 tahun, anak membutuhkan bimbingan terbaik baik sisi tauhid maupun sisi lainnya. Tetap semangat dan terus berdo'a.

    BalasHapus
  8. Hai mbak uky..tetap semangat ya..apapun yang terjadi semua sudah menjadi kehendakNya...dan itulah yang terbaik...semoga segera terwujud resolusi nya

    BalasHapus
  9. Semangat Mba Uky. Semoga apa yang menjadi harapannya diijabah oleh Allah di tahun 2018 nanti. Aamiin

    BalasHapus
  10. Oke banget nih mbak postingannya. baru baca di tahun 2018 dan tetap sy doakan yang terbaik buat mbk. Sayang nih sy udah pindah Malang, kalo masih di Surabaya ajakin kopdar aaaaah. All the best ya mb xoxoxoxo

    BalasHapus