SOCIAL MEDIA

Sabtu, 09 Desember 2017

Santi Rosmala Jatuh Bangun Kembangkan Bisnis Fashion Syari



Perjalanan Bisnis Santi Rosmala tidak semulus dan selancar yang dibayangkannya. Saat akhir tahun 2008, Santi hanya iseng sering blogger walking di Multiply dan menemukan lapak sandal bali yang lucu-lucu koleksinya. Santi langsung melamar menjadi reseller dropship. Saat itu konsumen pertama Santi bersama teman sekantornya langsung memborong  sandal bali.

“Bahagianya saat closing pertama dan langsung banyak. Sandal bali dan tas Bangkok adalah produk yang mengawali kiprah Gerai Rosmala, nama toko online saya dari awal jualan online hingga sekarang,” ujarnya.

Selama 2 tahun. Online shopnya berkembang, dan sampai akhirnya Santi bertemu dengan supplier Thailand Maxi Dress di Jakarta. Beberapa bulan berjalan dan selalu full PO, dengan estimasi sampe Jakarta 2 minggu.
         
Namun perjalanan bisnis Santi saat itu tidak berjalan mulus.  Di tahun 2012, Santi mencoba banting setir dengan memproduksi fashion hijab dengan brand Rosmala dan memiliki tagline “Makes You Comfort”.

“Produksi perdana menggunakan bahan rayon spandex potongan yang dibeli berkarung2 dari temen yang menjadi supervisor di sebuah garmen besar. Berbagai model fashion dibuat dengan gaya casual hijab yang bertahan hanya setahun, karena bahan dari garmen disabotase temen saya lainnya,” kenang wanita kelahiran bandung 5 Desember 1977.

Akhirnya Santi beralih ke bahan katun ima dan lainnya yang lagi ngetrend saat itu. Pemasaran yang semakin meluas melalui pameran dalam kota, luar kota hingga luar pulau. Perjalanan ini pun berakhir di Desember 2014 dengan meninggalkan kesedihan. Hutang ke Cargo utk ongkos kirim dari Samarinda dan harus nombokin bayar stand karena gagal pameran.

 “Akhirnya saya pun memutuskan untuk beristirahat. Selama 6 bulan masa cooling down, sempet banting setir ke kuliner yang hanya bertahan 3 bulan. Menjajaki usaha kuliner membuat saya capek dan tidak bisa menikmatinya, mungkin masak hanyalah sebuah hobi dan tidak untuk menjadikannya sebagai sumber penghasilan,” kata Santi.

Santi merasa passionnya di fashion, tepat di bulan Ramadhan 2015, Santi kembali terjun di dunia fashion. Dengan modal dari aset yang tersisa, barang-barang di jual obral dan sebagiannya di lelang 100% yang hasilnya untuk amal ke panti asuhan.

“Dengan bermodal 1 juta, saya yakin akan bangkit lagi. Dari teman-teman dekat yang PO (Pre Order), saya bertekad mengumpulkan uang yang belakangan saya kenal dengan nama “Ternak Modal”, kelakarnya.

Setelah itu Santi bergabung bersama teman-teman pamerannya dan mendirikan koperasi Fashion Jabar. Saat itu, Santi hanya bisa diam melihat teman-temannya mendapat fasilitas gratis dari pemerintah untuk ikut pameran dimana-mana.

“Saya juga ikut Bekel (Belajar Kelompk tentang bisnis online) saya mulai bergerak lagi. Ilmu yang diterima menjadi moodbooster bagi saya, dan bertemulah dengan Indscript yang memaksakan diri saya untuk bisa ikut Reparasi Bisnis (RB). Dulu RB msih 600 ribu diskon jadi 500 ribu, bisa buat beli bahan 20 meter lah ya, haha. Di tengah kondisi saya yang masih segala terbatas, dengan tanpa izin suami, saya ikut RB. Dari teh Iin - lah saya belajar memperbaiki semuanya, belajar lagi belajar terus hingga saat ini saya menjadi penulis. Saat mengikuti Reparasi Bisnis, saya diarahkan untuk memulai langkah. Ah, banyak banget yang saya tau tentang ilmu bisnis dari sini. Dikasih PR membuat Dream Board yang menjadi panduan saya sampai sekarang. Diberi tugas yang segambreng dan ada juga yang gak saya kerjakan. Tapi semua materi saya catet dan sering dibuka-buka untuk mengingatkan perjuangan saya bisa bangkit. Saya hanyalah single fighter dari memulai usaha dulu sampai sekarang,” ujar pemilik website gerairosmala.com

Santi terus berproses dengan modal yang terbatas dan terus belajar dari buku bisnis dan training-training lainnya di Indscript. Bahkan kini Santi sudah terdaftar sebagai UMKM dan sering mendapat fasilitas pelatihan dan juga mendisplay produk di Galery KFJ Piset Square Bandung. “Sepertinya Allah selalu memberikan jalan buat saya bertumbuh. Niat saya hanya ingin berbisnis sebagai bentuk ibadah, semoga dengannya saya bisa membahagiakan orang tua, keluarga dan juga bermanfaat bagi ummat. Alhamdulillah lagi, Rosmala saat ini sudah terdaftar hak patennya dengan fasilitas gratis dari Disperindag kota Bandung,” ungkapnya.


Artikel ini sudah dimuat di Majalah Kirana edisi 130 Bulan Juli 2017



3 komentar :

  1. Masya Allah. Sosoknya keren banget. Perjuangannya Teh Santi luar biasa.

    BalasHapus
  2. Masyaa Allah mba Uky, ada di sini toh hihi

    BalasHapus