The Power Of Kepepet - Sang Mentari

Breaking

Sang Mentari

Personal & Life Style Blog

Conected

test banner

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Rabu, 20 Desember 2017

The Power Of Kepepet


Hasil gambar untuk the power of kepepet

Siang ini di  grup ODOP (One Day One Post) tiba-tiba mba Mabruroh mengucapkan selamat atas terpilihnya cerpenku di Ellunar Event. Dengan perasaan senang campur kaget, aku langsung spontan bertanya ke mba Mab, bahwa tau darimana kalau cerpenku menang. Tiba-tiba mba Dita Dyah langsung bilang kalau banyak mata-mata, jadi jangan heran.

Lantaran Mba Mab, merasa bukan mata-mata, langsung aja mba Mab bilang kalau ada pengumumannya di Ellunar dan kebetulan mba Mabruroh ikut lomba cerpen itu, akhirnya mba Mab pun mengetahuinya.

Tanpa pikir panjang, aku langsung membuka akun Instagram Ellunar Publisher. Aku buka foto mengenai pengumuman lomba menulis fiksi. Disitu tertera nama pemenang ada link bio. Kubuka link bio di akun instagram itu, kutelusuri kata demi kata, kalimat demi kalimaat dan bait demi bait. Akhirnya aku temukan namaku tertulis disana. Namaku tertulis di bagian penulis terpilih/kontributor buku yellow light. “Alhamdulillah,” ucapku dalam hati saat itu.

Masih tak percaya, kembali aku membuka informasi tersebut. Apa aku hanya salah membaca atau aku sedang bermimpi. Kucubit sendiri pipiku. Ternyata sakit dan aku tak bermimpi.

Bagiku ini adalah sebuah langkah awal agar aku bisa berkembang di dunia kepenulisan. Aku harus terus belajar dan berkembang agar aku bisa membuat buku. Ini pertama kalinya aku mengikuti lomba cerpen. Jangankan mengikuti lomba cerpen, membuat cerpen aja aku belum pernah.

Lomba cerpen yang diselenggarakan oleh Ellunar itu memang sudah lama aku mengetahuinya dan saat itu aku ingin ikut. Namun aku lupa terakhir tanggal pengirimannya, yakni 30 november 2017.

Saat itu jarum jam menunjukkan pukul 22.30, agar mataku tak lelah memandang laptop, aku pun membuka Facebook. Disitu salah satu teman dari ODOP, mba Mabruroh posting tentang lomba menulis cerpen. Padahal itu adalah hari terakhir dan ditunggu sebelum jam 00.00, dan aku dilanda kebingungan. Aku bagaikan makan buah simalakama. Mau ikut, tapi sedang deadline majalah Kirana, kalau gak ikut, aku penasaran. Dengan keputusan yang kuat akhirnya aku memutuskan untuk ikut. Aku pun berdiskusi sejenak dengan mba Mab mengenai  cerpen yang rencana aku tulis yaitu sahabat rasa musuh. Mba Mab adalah seorang Pije dari grup Kentang, dan aku yakin bahwa mba Mab sudah pernah membaca tulisan itu.

Tulisan tentang Sahabat Rasa Musuh sempat aku tulis di blog dan banyak yang menyarankan agar dibuat cerpen.

Dengan mengucap Bismillah saat jarum jam menunjukkan pukul 22.46 aku pun mencoba menulis sebuah cerpen. Saat itu istilah the power of kepepet muncul dalam diriku. Dengan sepenuh hati, aku fokuskan sejenak pikiran dan hati di depan laptop untuk menyelesaikan sebuah cerpen dengan waktu yang tersisa hanya berkisar 1 jam lebih.

Tepat di jam 23.50 cerpen tersebut selesai. Aku langsung saja menyalakan hotspot dari handpone-ku. Sinyal saat itu kurang bersahabat. Sinyal agak lemot. Hatiku mulai was-was dan cemas. Saat itu aku pun belum melakukan salah satu syarat yang diajukan oleh Ellunar yakni harus posting dan tag di facebook. Sambil terburu-buru, akhirnya aku posting juga di Facebook poster lomba menulis tersebut.

Jarum jam sudah menunjukkan pukul 00.00, tetapi cerpenku belum juga terkirim, dan baru terkirim saat pukul 00.01. Saat itu aku hanya bisa pasrah. “Kalau menang ya Alhamdulillah. Kalau ga, berarti belum rejekiku. Yang penting aku sudah mencoba,” batinku.

Setelah terkirim, messengerku kembali berbunyi. Ada sebuah pesan singkat yang dikirim dari akun facebook oleh mba Wiwid. Mba Wiwid pun bilang kalau harus tag minimal 10 orang di facebook, dan mba Wiwid pun menyarankan untuk merubahnya. Tanpa pikir panjang, aku pun langsung merubahnya.
Setelah merubah postingan di facebook, aku pun langsung menginformasikan ke mba Mab. Sebuah pesan singkat aku kirim. “Mba Mab, emailnya baru terkirim jam 00.01. aku pasrah aja deh,”. Bagiku saat itu, yang terpenting aku sudah mencoba ikutan lomba menulis cerpen.  



#onedayonepost

2 komentar:

  1. Sekali lagi selamat yaa mba ukyy...

    BalasHapus
  2. Selamat mb uky.
    Keren perjuangannya. Bener2 the power of kepepet.

    BalasHapus

Post Top Ad

Responsive Ads Here